Tampilkan postingan dengan label tips wawancara kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips wawancara kerja. Tampilkan semua postingan

Langkah Awal yang Kurang Diperhatikan Job Hunter : Riset Perusahaan yang Akan Dilamar

Jumat, Desember 09, 2022 Add Comment
cara melamar kerja
 Bingung mencari kerja

Langkah awal terpenting yang seringkali dilewatkan oleh para job hunter adalah : riset informasi perusahaan yang dituju. Bila pun melakukan pencarian informasi, kebanyakan job hunter hanya cukup sampai pada posisi lowongan kerja yang ditawarkan dan alamat perusahaan.

Informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda dalam beberapa hal berikut ini:

  • Mengetahui apa yang diharapkan dari Anda: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut. Ini akan membantu Anda mengatur prioritas dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.
  • Mempersiapkan diri untuk wawancara kerja: Informasi tentang perusahaan juga akan membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja. Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan pertanyaan yang relevan dan mempersiapkan jawaban yang tepat.
  • Menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut: Menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset tentang perusahaan akan menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut, dan bahwa Anda siap bekerja keras untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
  • Membantu Anda membuat keputusan: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda membuat keputusan tentang apakah Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut dan apakah perusahaan tersebut sesuai dengan nilai-nilai dan prioritas Anda.
  • Menunjukkan profesionalisme: Melakukan riset tentang perusahaan yang akan dilamar juga akan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang profesional yang serius dan siap bekerja keras untuk mencapai tujuan Anda.

Dengan demikian, informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda, mempersiapkan diri untuk wawancara kerja, menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut, membantu Anda membuat keputusan, dan menunjukkan profesionalisme.

Untuk mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Kunjungi situs web perusahaan: Banyak perusahaan memiliki situs web yang menyajikan informasi tentang sejarah perusahaan, produk dan layanan yang ditawarkan, serta struktur organisasi perusahaan.
  2. Baca laporan tahunan perusahaan: Laporan tahunan perusahaan biasanya tersedia di situs web perusahaan atau dapat diunduh dari situs entitas penyedia informasi keuangan seperti Yahoo Finance atau Bloomberg. Laporan tahunan menyajikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan, serta rencana strategis untuk masa depan.
  3. Telusuri berita terkait perusahaan: Anda dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari berita terkait perusahaan yang akan dilamar. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut, serta bagaimana perusahaan tersebut dianggap oleh publik dan industri.
  4. Bicara dengan orang yang bekerja di perusahaan: Jika Anda mengenal seseorang yang bekerja di perusahaan yang akan dilamar, maka tanyakanlah kepada mereka tentang bagaimana kondisi kerja di perusahaan tersebut, serta apa yang mereka sukai dan tidak sukai tentang bekerja di sana. Ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kultur kerja di perusahaan tersebut.
  5. Ikuti perusahaan di media sosial: Perusahaan seringkali membagikan informasi tentang kegiatan perusahaan di akun media sosial seperti Twitter, Facebook, dan LinkedIn. Ini dapat menjadi sumber informasi yang baik tentang apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut.

Sekali lagi harus dipahami bahwa mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar adalah salah satu langkah penting dalam proses lamaran kerja. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut, serta membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja.






Berapa Gaji yang Anda Inginkan? Bagaimana menjawab pertanyaan tersebut?

Jumat, Desember 09, 2022 Add Comment

Ada yang menganggap pertanyaan-perntayaan dalam wawancara kerja adalah perntanyaan-pertanyaan jebakan yang bertujuan menjatuhkan kandidat karyawan.

Anggapan itu jelas kurang tepat, karena pada dasarnya perusahaan ingin mendapatkan kandidat terbaik dari proses seleksi karyawan yang di adakan.

Tentu saja, untuk mendapatkan karyawan yang terbaik harus diadakan seleksi yang tepat dan cermat sehingga tidak salah dalam menentukan keputusan saat menerima karyawan baru.

Salah satu cara untuk mendapatkan karyawan tadi adalah dengan cara melakukan wawancara yang tepat, sehingga didapatkan hasil yang tepat juga. 

Adapun pertanyaan umum yang sering ditanyakan adalah:

Berapa Gaji yang Anda Inginkan?

Hal ini adalah perusahaan ingin memastikan bahwa kandidat yang sedang diwawancarai upahnya tidak "over budget" atau terlalu tinggi dibandingkan dengan kualifikasi, kinerja serta kontribusi yang akan diberikan kepada perusahaan.

Selanjutnya juga akan mendapatkan gambaran tentang bagaimana kandidikat tersebut "menilai dirinya sendiri" dalam artian apakah kandidat sudah sesuai menghargai kemampuan yang ada pada dirinya.

Lalu, bagaimana cara menjawab perntanyaan tersebut?



Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan tentang gaji yang Anda inginkan adalah dengan menjelaskan bahwa Anda ingin mendapatkan gaji yang sesuai dengan pengalaman, kemampuan, dan kontribusi yang Anda berikan kepada perusahaan. 

Anda juga dapat menyebutkan angka yang Anda harapkan sebagai gaji, tetapi jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Selain itu, Anda juga dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa Anda ingin mendiskusikan gaji lebih lanjut setelah Anda mengetahui lebih banyak tentang pekerjaan yang Anda lamar dan bagaimana Anda dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan. 

Ini menunjukkan bahwa Anda ingin mendapatkan gaji yang adil sesuai dengan kinerja Anda, tetapi Anda juga siap untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Tetap berusaha menjawab pertanyaan dengan jujur dan terbuka, tetapi juga dengan menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang profesional dan siap untuk membahas gaji secara lebih rinci jika diperlukan

 

"Mengapa Anda Keluar dari Pekerjaan Sebelumnya?" Bagaimana Menjawab Pertanyaan Tersebut?

Jumat, Desember 09, 2022 Add Comment

Dalam sesi wawancara kerja, terkadang ada pertanyaan yang cukup menjebak. Dalam artian jika anda menjawabnya dengan tidak tepat maka bisa jadi menjadi penilian tersediri bagi pewawancara. 

Jika penilaian itu dirasa "mengganggu" dan mempengaruhi penilaian yang lain, maka hanya gara-gara jawaban anda tadi, anda tidak bisa lolos dalam seleksi karyawan ke tahap berikutnya.

Contohnya, jika anda ditanyakan pertanyaan berikut:

"Mengapa Anda Keluar dari Pekerjaan Sebelumnya?" 

Pertanyaan di atas kalau tidak dengan cermat dan hati-hati maka bisa menjadikan blunder bagai sesi wawancara anda.

Lantas bagaimana menjawabnya?

Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan tentang mengapa Anda keluar dari pekerjaan di perusahaan sebelumnya adalah dengan menjelaskan alasan yang tepat, tetapi juga dengan menunjukkan bahwa Anda telah belajar dan berkembang sebagai akibat dari pengalaman tersebut. 





Misalnya, jika Anda keluar dari pekerjaan karena Anda merasa tidak terhubung dengan pekerjaan yang Anda lakukan, Anda dapat menjelaskan bahwa Anda telah belajar mengenai kebutuhan Anda akan pekerjaan yang lebih menantang dan menarik bagi Anda, sehingga Anda sekarang lebih terfokus dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda.

Selain itu, Anda juga dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan menjelaskan bahwa Anda keluar dari pekerjaan sebelumnya karena alasan-alasan tertentu yang tidak dapat Anda kendalikan, seperti perusahaan yang mengalami masalah keuangan atau restrukturisasi. 

Dalam hal ini, Anda dapat menunjukkan bahwa Anda telah belajar dari pengalaman tersebut dan siap untuk menemukan pekerjaan baru yang lebih stabil dan memberikan kesempatan untuk berkembang bagi Anda.

Tetap berusaha menjawab pertanyaan dengan jujur dan terbuka, tetapi juga dengan menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang berkembang dan siap untuk mengejar karier yang lebih baik di perusahaan yang Anda lamar.

"Apa Kelemahan Anda"? Bagaimana menjawab pertanyaan tersebut?

Jumat, Desember 09, 2022 Add Comment

Dalam wawancara kerja, terkadang ada pertanyaan yang menurut sebagian kandidat dirasa menjebak atau sulit untuk menjawabnya, misalnya pertanyaan: 

"Apa kelemahan Anda?"


Dilema juga akan menjawab pertanyaan itu apa adanya, mau dijawab jujur nanti dirasa mengurangi "nilai" atau jadi bumerang bagi jalannya wawancara, dijawab tidak jujur terlebih lagi.

Lantas bagaimanakah cara menjawab pertanyaan seperti itu?




Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan tentang kelemahan Anda dalam wawancara kerja adalah dengan menjelaskan kelemahan yang sebenarnya Anda miliki, tetapi juga menunjukkan bagaimana Anda telah berusaha untuk memperbaikinya. Misalnya, jika Anda merasa kurang yakin diri, 

Anda dapat menceritakan tentang bagaimana Anda telah melakukan latihan atau mengambil kelas untuk meningkatkan kepercayaan diri Anda. 

Ini menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang terbuka untuk pembelajaran dan berusaha untuk meningkatkan diri.

Selain itu, Anda juga dapat menjawab pertanyaan tentang kelemahan Anda dengan menjelaskan kelemahan yang sebenarnya tidak terlalu penting bagi pekerjaan yang Anda lamar. 

Misalnya, jika Anda tidak begitu mahir dalam menggunakan program komputer tertentu, tetapi itu bukan merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang Anda lamar, Anda dapat menjelaskan bahwa itu bukan merupakan kelemahan yang signifikan bagi Anda.

Tetap berusaha menjawab pertanyaan dengan jujur, tetapi juga tetap positif dan menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang terbuka untuk pembelajaran dan berkembang.

Job Hunting Center Goes to Politeknik Negeri Malang

Senin, Oktober 23, 2017 Add Comment
Cara Membuat Curriculum Vitae yang Baik dan Benar

Pada tanggal 26 September 2017 Tim JHC (Job Hunting Center) diundang dan mendapat kesempatan memberikan kuliah tamu di hadapan mahasiswa dan alumni (yang baru lulus) Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital Politeknik Negeri Malang bertajuk “Kuliah Tamu Peningkatan Peluang Kerja – Prospek dan Kompetensi Sarjana Telekomunikasi Dalam Rangka Menghadapi MEA”.

Selama ini JHC sering sekali mendapati, melalui online atau saat chatting, sikap-sikap para lulusan sekolah baik SMA-SMK maupun sarjana yang menunjukkan kesadaran dan pemahaman yang rendah tentang strategi menghadapi dunia kerja. Padahal dalam postingan-postingan di Jobhuntingcenter.com JHC sudah sangat banyak membahas tentang itu yang lengkap dengan solusi dalam bentuk langkah konkrit.
Dari situlah JHC menyadari bahwa tidak cukup hanya berbagi secara online kepada warga net tentang strategi memenangkan persaingan menembus dunia kerja, tapi juga harus berbagi secara offline kepada masyarakat nyata khususnya para siswa dan yang baru lulus sekolah/kuliah. Hal itu semakin mendesak dengan dimulainya era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang membuka peluang besar terjadinya persaingan antar skilled labour (tenaga berketerampilan) di antara negara-negara ASEAN dalam mendapatkan pekerjaan yang terbaik.

Bila lembaga pendidikan Anda, baik SMK maupun Perguruan Tinggi, ingin menghadirkan Job Hunting Center di sekolah/kampus sebagai rangkaian Job Hunting Center Goes Offline to School/Campus silakan hubungi 081 555 88 2600 (call/WA).

Cara membuat curriculum vitae


Pada kesempatan itu, JHC  mengawali ‘kuliah tamu’ dengan menampilkan klip video Iwan Fals. Sebelumnya JHC menyampaikan bahwa sulitnya mencari kerja itu bukan terjadi pada akhir-akhir ini saja, saat adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), tapi sudah ada sejak dulu, tepatnya pada tahun 1981 saat lagu “Sarjana Muda” diluncurkan Iwan Fals. JHC bersama-sama peserta kemudian menonton Klip Video tersebut. 
Lirik lagu “Sarjana Muda” :


Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Reff I :

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban

Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat

Reff II :

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku

Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."

Setelah menonton video, JHC menyampaikan fakta bahwa ternyata sikap-sikap yang ditunjukkan oleh ‘sang sarjana muda’ dalam klip tersebut adalah ciri-ciri seorang pencari kerja yang memiliki peluang kecil diterima kerja karena tidak disukai penyedia pekerjaan.
Sikap-sikap itu, yang harus dihindari oleh para job hunter adalah :
·                        Lusuh
Tidak ada perusahaan yang menyukai orang yang berpenampilan lusuh. Orang yang lusuh identik dengan pemalas, yang enggan merawat diri dan penampilan. Kalau merawat diri saja malas, mana bisa dia melaksanakan tugas dari perusahaan dengan baik.
·                        Wajah murung
Wajah murung memancarkan aura negatif, tidak menguntungkan perusahaan. Dalam persaingan usaha yang sangat ketat saat ini kualitas pelayanan menjadi andalan perusahaan untuk memenangkannya. Salah satu syarat utama pelayanan prima adalah keramahan.
·                        Langkah gontai tak terarah
Langkah gontai tak terarah adalah sikap orang yang tidak memiliki tujuan jelas. Tidak ada perusahaan yang tertarik pada orang yang tidak punya tujuan jelas.
·                        Resah
Orang yang resah tidak mungkin bisa produktif. Semua perusahaan pasti mencari orang-orang yang produktif sebagai karyawannya.
·                        (Hanya) Mengandalkan ijazah
Untuk sebagaian besar perusahaan, memang ijazah digunakan untuk seleksi awal proses rekrutmen. Tapi setelah itu, dan porsinya jauh lebih besar, adalah seleksi kompetensi dan sikap. Orang yang hanya mengandalkan ijazah karena tidak punya (atau tidak sadar bila memiliki) kompetensi.

JHC juga menyampaikan pada zaman sekarang, zaman komunikasi digital, bukan lagi zaman sarjana berjalan dari pintu ke pintu perusahaan untuk melamar kerja. Tapi sarjana harus mampu membuat dirinya ditemukan oleh perusahaan.

JHC meyakinkan semua peserta kuliah tamu bahwa dalam mencari pekerjaan mereka jangan bersikap sebagai pengemis pekerjaan, tapi sarjana berkualitas yang menawarkan kerjasama saling memberi manfaat dengan perusahaan. (Silakan baca : Beda Antara PencariKerja dengan Pengemis Kerja).
Agar mudah ditemukan oleh perusahaan para pencari kerja harus menggunakan strategi yang efektif. Fasilitas untuk menjalankannya sudah tersedia dan dimiliki oleh 99% Mahasiswa/Siswa/Sarjana, yaitu gadget : Smartphone, Tab, PC, Notebook, Laptop, dan media digital lainnya. Sayangnya hanya sebagian kecil dari pencari kerja yang menggunakan gadget-nya untuk menjalankan strategi memenangkan persaingan mendapatkan pekerjaan idaman. Sebagaian besar pencari kerja, yang sebenarnya sangat membutuhkan pekerjaan, hanya menggunakan gadgetnya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat bagi masa depan mereka seperti main game, chatting yang tidak penting, baca berita-berita hoax dan ikut menyebarkannya, selfi, dan lain-lain.

JHC menggugah kesadaran para peserta kuliah tamu untuk berubah lebih perhatian dan fokus terhadap masa depannya. Masa depan tergantung masing-masing orang, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakannya sendiri. Meskipun tidak ada kata terlambat, semakin awal menyiapkan masa depan semakin bagus hasil yang akan didapatkan.
Aturan ini berlaku tidak hanya untuk yang ingin jadi karyawan, tapi juga berlaku bagi yang ingin menjadi praktisi pengajar/dosen, juga untuk yang ingin menjadi entrepeneur-berwirausaha.

Ingin menjadi apapun setelah lulus sekolah/kuliah harus mau dan mampu menjalankan strategi memenangkan persaingan, dan gadget mempermudah menjalankan strategi itu.

Lebih lengkapnya JHC menyampaikan Strategi Memenangkan Persaingan Menembus Dunia dibagi menjadi 3 sub tema :

·        Strategi Menyerang
Dalam sesi ini JHC mengupas tentang :
o   Strategi komunikasi dalam CV dan surat lamaran kerja
o   Format Curriculum vitae yang baik
o   Memasarkan diri melalui Sosial Media
·        Strategi Menjadi Pemenang
Dalam sesi ini JHC mengupas tentang persiapan menghadapi wawancara kerja :
o   Persiapan mental
o   Persiapan fisik-penampilan
o   Persiapan kemampuan komunikasi
o   Persiapan menjawab pertanyaan
·        Aksi di Medan Persaingan
Dalam sesi ini JHC mengupas tentang apa yang harus dilakukan saat menghadiri wawancara kerja :
o   Barang-barang yang harus dibawa
o   Aksi di ruang tunggu
o   Aksi memasuki ruang wawancara kerja
o   Aksi saat wawancara kerja
o   Aksi setelah wawancara kerja


Selama berlangsungnya acara kuliah tamu JHC membagikan 3 voucher gratis pembuatan curriculum Vitae dalam Bahasa Inggris kepada 3 orang yang bertanya atau yang menjawab pertanyaan. Di akhir acara JHC juga mengumumkan fasilitas harga spesial khusus untuk lulusan Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital Polinema tahun 2016 dan 2017 yang berlaku sampai akhir November 2017.
Jasa pembuatan curriculum vitae

Kunci Sukses Wawancara Kerja :7 Tips Membangun Hubungan dengan Pewawancara

Minggu, Mei 22, 2016 Add Comment
Keberhasilan Anda membangun hubungan dengan pewawancara sangatlah menentukan proses wawancara kerja. Tidak bisa dipungkiri bahwa unsur subyektifitas dalam proses wawancara kerja sangatlah tinggi. Suasana hati pewawancara terhadap Anda sangatlah menentukan hasil akhir wawancara kerja.

Anda harus bisa membuat pewawancara merasa nyaman berbicara dengan Anda selama proses wawancara kerja. Karena itu, upaya membangun hubungan ini harus Anda lakukan sejak awal bertemu. Kesan pertama yang dirasakan pewawancara terhadap Anda sangatlah penting.

Sebaliknya, kegagalan membangun hubungan baik dengan pewawancara akan membuat segala keunggulan dan potensi yang Anda miliki menjadi tidak berarti. Sehebat apapun keunggulan tidak akan akan dianggap oleh pewawancara bila tidak menyukai Anda. List panjang pengalaman akan sia-sia saat pewawancara merasakan kesan yang buruk bertemu dengan Anda.

Kemampuan membangun hubungan dengan pewawancara harus Anda kuasai dengan baik. Anda harus mempelajari, memahami, dan melatihnya.
Berikut tips untuk membangun hubungan dengan pewawancara saat wawancara kerja :


1.      Tenang dan relax sejak awal.
Sebelum melewati pintu ruangan wawancara kerja Anda harus sudah dalam kondisi tenang dan relax. Memang wajar dan manusiawi bila  Anda tegang dan nervous menghadapi wawancara kerja, tapi harus segera Anda atasi. Cara menurunkan ketegangan saat wawancara kerja sudah kami ulas di sini.
Emosi bisa menular melalui pancaran. Ketegangan Anda akan memancar dan dirasakan oleh pewawancara sehingga membuat dia/mereka juga merasa tidak nyaman. Sebaliknya, sikap dan kondisi tenang Anda akan membuat perasaan dia/mereka juga tenang dan nyaman.

2.    Menyapa dengan hangat
Senyum adalah suatu keharusan, dan senyumlah dengan hangat. Latihlah senyum Anda di depan cermin berkali-kali sebelum hari wawancara kerja. Pastikan senyum Anda adalah yang terbaik, tidak dipaksakan pun tidak terlalu berlebihan, dan sekali lagi Anda harus merasa nyaman dengan senyum itu.
Segera sapa pewawancara yang ada dalam ruangan begitu Anda berada dalam ruangan wawancara kerja. Pastikan mulut Anda berkata dengan artikulasi yang jelas, suara bisa didengar oleh semua orang dalam ruangan itu, edarkan pandangan kepada mata pewawancara. Menyapa dengan suara lirih tanpa menggerakkan bibir seutuhnya akan terkesan menggumam yang tidak tulus. Sapaan yang hangat adalah moment terbaik Anda untuk memberi kesan pertama yang baik kepada pewawancara. Selengkapnya tentang sikap saat masuk ruangan wawancara kerja bisa dibaca di sini.
Setting pikiran bahwa Anda sedang bertemu dengan orang-orang hebat dan baik yang siap membantu mensukseskan kehidupan karir masa depan. Ini sangat penting karena apapun yang Anda pikirkan itulah yang terpancar dan pewawancara rasakan.

3.     Menjabat tangan bila memungkinkan
Jabat tangan pewawancara dengan tegas tapi lembut, bila memungkinkan. Kontak fisik Anda dengan pewawancara akan membantu membangun hubungan emosi. Tapi Anda harus mengenali kondisi ruangan. Jangan memaksakan berjabat tangan bila tidak memungkinkan, karena akan membuat pewawancara merasa tidak nyaman.
Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan berjabat tangan :
·        Anda dan pewawancara dipisahkan meja besar sehingga harus berjalan memutar untuk berjabat tangan.
·        Pewawancara sedang sibuk melakukan sesuatu saat Anda masuk ruangan
·        Pewawancara menolak berjabat tangan
Bila itu terjadi Anda bisa mengganti dengan gerakan salam yang lain seperti menangkupkan dua tangan di depan dada, atau agak menunduk hormat, atau menggabungkan keduanya. Persiapkan dan latih gerakan itu sebagai antisipasi sehingga ketika harus terjadi  Anda mampu melakukannya dengan sikap yang luwes.
Pertahankan senyum dan kontak mata saat berjabat tangan. Sebutkan nama Anda dengan tegas dan jelas saat berjabat tangan, dan pastikan pewawancara bisa mendengarnya. Biasanya pewawancara akan balas menyebutkan nama, bila itu terjadi pastikan Anda bisa menirukan menyebut nama dia /mereka.

4.    Mengetahui nama pewawancara
Anda bisa mengetahui nama pewawancara pada saat berjabat tangan, atau pewawancara mengenalkan diri sebelum memulai wawancara kerja. Tapi bila itu tidak terjadi Anda harus bertanya saat akan menjawab pertanyaan pertama. Anda juga bisa menanyakan nama-nama pewawancara kepada petugas perusahaan bagian penerimaan sebelum giliran masuk ke ruang wawancara kerja.
Pastikan Anda bisa menyebutkan nama mereka dengan benar. Bila Anda ragu sebutkan nama mereka sebagai konfirmasi, atau minta dengan sopan agar mereka mengulangnya tapi jangan lebih dari sekali.
Sepanjang wawancara kerja Anda harus sering menyebutkan nama pewawancara. Hal ini akan membangun hubungan personal antara Anda dengan dia/mereka.

5.     Menjaga kontak mata
Sangat penting menjaga kontak mata saat wawancara kerja.
Alasannya secara lengkap kami ulas di artikel : 5 Alasan Harus Menjaga Kontak Mata saat Wawancara Kerja.
Kontak mata adalah unsur terpenting untuk membangun hubungan dengan seseorang. Cara melakukan kontak mata yang tepat akan sangat mempengaruhi kualitas hubungan dengan pewawancara. tidak semua pandangan mata adalah termasuk kontak mata yang bermanfaat. Tentang pandangan mata yang salah bisa dibaca di : 3 Pandangan Mata yang Salah dalam Wawancara Kerja

6.    Antusias
Sikap Anda harus selalu semangat dan antusias saat wawancara kerja. Dengarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan seksama, fokus, dengan tatapan yang antusias. Sekali lagi, apa yang ada dalam pikiran Andalah yang terpancar dan pewawancara rasakan. Karena itu harus setting pikiran saat mendengarkan pertanyaan wawancara kerja bahwa Anda sedang mendengarkan sesuatu yang istimewa.
Begitu pula saat menjawab pertanyaan. Settinglah pikiran bahwa Anda sedang menawarkan sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan perusahaan. Pastikan Anda berbicara dengan artikulasi yang jelas, Anda harus melakukan latihan sesering mungkin sebelum hari wawancara kerja (bisa baca artikel tentang latihan komunikasi di 5 Latihan Komunikasi untuk Persiapan Menghadapi Wawancara Kerja ).
Anda juga harus menunjukkan sikap antusias tertarik terhadap perusahaan. Karena itu sangat penting untuk mempelajari segala informasi tentang perusahaan sebelum hari wawancara kerja (tipsnya bisa dibaca di sini). Saat mendapat kesempatan bertanya, gunakan sebaik mungkin untuk bertanya tentang perusahaan sehingga lebih menguatkan kesan antusiasme Anda untuk bergabung dalam perusahaan.

7.     Bagi perhatian kepada pewawancara bila lebih dari satu
Anda harus mengedarkan pandangan/kontak mata ke seluruh pewawancara dalam ruangan. Saat salah satu mengajukan pertanyaan, Anda fokus kepadanya. Tapi saat menjawab pertanyaan, secara bergantian Anda bagikan perhatian ke seluruh pewawancara. Pandanglah mata para pewawancara secara bergantian dengan perlahan. Anda harus membangun hubungan dengan seluruh pewawancara, jangan ada yang terlewat, meskipun porsinya kemungkinan tidak bisa benar-benar merata.

Selain 7 hal di atas, penampilan Anda yang profesional juga sangat penting untuk membangun hubungan dengan pewawancara kerja. Penampilan luar juga sangat mempengaruhi kesan pertama. Penampilan yang terlalu atraktif akan membuat pewawancara lebih mengingat pakaian dan asesori dibanding keunggulan Anda, suatu hal yang konyol. Kesalahan setting pakaian dan asesori akan membuat pewawancara tidak nyaman berhadapan dengan Anda.  Selengkapnya bisa dibaca di 6 Hal Tentang Penampilan yang Mengesankan Profesionalitas saat Wawancara Kerja

3 Tools Make You Win the Job Interview

Sabtu, Desember 20, 2014 Add Comment
Job Interview
Flickr.com
Job interview is very awaited moment by job hunter. As getting the opportunity to job interview is an outstanding achievement. 

Why? Because only selected candidate who “wins the battle” among hundreds or even thousands of sending a job application letter.

However even the one has good chance to have interview without great and maximum preparation the opportunity will remain useless.

The job interview is like a race. Every prospective candidate is a race participant who must compete with many other participants and he must have the best tools to win. What are the best tools to win the interview?

1. Your Data Are Valid, Authentic and True

If you were selected for a job interview by a company, because they are interested in the your Cover Letter and resume. While preparing the with a job interview you have to carry all of the data that are able to affirm and strengthen whatever you have written in your cover letter or resume. In addition to those written data, you also need to be able to explain them verbally and truly.

You also need to have as much valid data about the company where you will get the interview. The data company will help you create a strategy to lead the conversation during the job interview process.

2. Your Mental Strength

The job interview is a test of your mental strength. The interviewer is also reading your personality during the process takes place, If at that time your mentally is down (read: weak) he will notice your negative side. Your mental strength will help you to show the positive sides in front of the interviewer.

3. Your Communication Quality.

Job interview is a “communication competition”. As the whole process of job interview is communication, both verbal and non-verbal, so your two previous tools will remain useless if you have low quality of communication.

Pindah Kerja untuk Peningkatan Kesejahteraan

Jumat, Juli 18, 2014 Add Comment
Banyak karyawan yang memutuskan pindah kerja untuk mendapatkan upah yang lebih besar. Hal tersebut sangat wajar dan hak setiap orang.

Namun sebelum memutuskan memilih perusahaan baru yang akan dituju sebaiknya melakukan pertimbangan yang masak dan cermat. Memutuskan pindah kerja tanpa berpikir panjang adalah tindakan ceroboh yang menjauhkan tercapainya tujuan yaitu peningkatan kesejahteraan.

Bila Anda pindah kerja karena menginginkan materi yang lebih banyak, atau peningkatan kesejahteraan, sebaiknya hitung dulu dengan cermat total pendapatan Anda saat ini selama satu tahun, jangan hanya menghitung pendapatan setiap bulan. Hampir semua perusahaan menerapkan system remunerasi, tunjangan yang tidak dibayarkan setiap bulan seperti tunjangan hari raya, dan tunjangan kesehatan. Anda harus menghitung semuanya dalam satu tahun.

Fasilitas-fasilitas yang tidak Anda terima dalam bentuk uang tunai juga harus diperhitungkan seperti pulsa untuk telepon, rumah, dan kendaraan. Konversikan dulu fasilitas-fasilitas itu dalam rupiah selama setahun.

Saat mencari perusahaan baru sebaiknya dapatkan informasi tentang system pengupahan dan potensi pendapatan yang akan Anda dapatkan. Kesempatan bertanya saat wawancara kerja bisa Anda gunakan untuk mendapatkan informasi ini. Paling tidak sebelum tanda tangan surat kesepakatan kerja Anda harus benar-benar mengetahui nominal yang akan Anda dapatkan.


Bila Anda sudah bekerja selama lebih dari satu tahun di perusahaan lama tidaklah sulit menghitung pendapatan tahunan. Bandingkan pendapatan tahunan di perusahaan lama dengan perusahaan yang akan Anda masuki. 
Bisa jadi pendapatan bulanan Anda di perusahaan lama lebih kecil dari pendapatan bulanan di perusahaan baru, namun bila dihitung setahun setelah dimasukkan pendapatan dari bonus, fasilitas, dan tunjangan ternyata lebih besar, atau sebaliknya.

Gambar dari http://www.all-free-download.com

Tanda Diterima saat Wawancara Kerja

Sabtu, Juni 28, 2014 Add Comment
Ada beberapa tahap dalam proses seleksi penerimaan karyawan atau recruitment. Wawancara kerja adalah tahap yang paling menentukan, tapi juga mengandung unsur subyektifitas paling tinggi. Berhasil atau tidaknya wawancara kerja tergantung suasana hati petugas pewawancara.

Meskipun penting wawancara kerja bukan satu-satunya syarat diterima kerja. Meskipun saat wawancara kerja Anda menunjukkan tanda-tanda berhasil, belum bisa dipastikan Anda diterima kerja. Tapi biasanya test wawancara kerja, khususnya dengan jajaran pimpinan perusahaan, dilakukan setelah tahapan test yang lain dinyatakan lulus.

Bila Anda mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja dengan baik semaksimal mungkin, sebenarnya Anda juga telah mempersiapkan diri menghadapi test-test lainnya. Agar berhasil dalam wawancara kerja Anda harus menyiapkan diri dan banyak berlatih sehingga badan sehat dan pikiran tenang, maka Anda juga akan mudah menghadapi test kesehatan dan psycho test.


1.     Proses wawancara yang lama.
Bila pewawancara tidak tertarik kepada Anda pada kesan pertama tidak mungkin sudi berlama-lama meneruskan proses wawancara. Penampilan Anda membuat mereka terkesan dan ingin memastikan Anda layak mendapat kesempatan.

2.     Pertanyaan yang terkesan ‘mengejar’.
Proses wawancara kerja beda dengan sidang skripsi. Pertanyaan penguji sidang skripsi yang ‘mengejar’ karena ragu Anda telah menguasai materi. Sedangkan pertanyaan pewawancara kerja yang ‘mengejar’ karena tertarik kepada Anda dan ingin menggali sebanyak mungkin point positif dari diri Anda untuk laporan rekomendasi kepada dewan pimpinan perusahaan. Bila pewawancara kerja tidak tertarik kepada Anda, atau jawaban-jawaban Anda, mereka tidak akan mau repot-repot menambah pertanyaan, apalagi antrian peserta interview masih panjang.

3.     Pertanyaan tentang gaji.
Saat Anda mendapat pertanyaan tentang gaji yang diinginkan, bersyukurlah karena sembilan puluh persen kemungkinan petugas pewawancara tertarik kepada Anda. Kecuali secara prosedur perusahaan pewawancara wajib menanyakan gaji yang diinginkan, mereka tidak akan menanyakan itu bila tidak tertarik untuk menerima Anda sebagai karyawan.

4.     Pertanyaan tentang kesiapan bekerja.
Perusahaan melakukan proses seleksi karena sangat membutuhkan karyawan secepatnya. Tapi mereka juga tidak gegabah menerima karyawan, apalagi perusahaan besar yang peminat penawaran kerjanya sangat banyak. Selain untuk menguji sebesar apa keseriusan Anda bergabung dalam perusahaan mereka, pertanyaan tentang kapan Anda bisa mulai aktif bekerja adalah tanda bahwa petugas pewawancara tertarik dan memilih Anda untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

5.     Penjadwalan proses berikutnya.
Bila wawancara kerja berhasil petugas pewawancara akan menginformasikan kepada Anda tentang proses selanjutnya yang harus dipersiapkan. Minimal mereka akan meminta Anda menyiapkan nomor yang bisa dihubungi sewaktu-waktu untuk undangan tahap proses recruitment selanjutnya.


Lima hal di atas hanya tanda-tanda, bukan kepastian. Anda harus banyak berdoa dan menyiapkan diri sebaik mungkin untuk tahap selanjutnya, sambil mengikuti proses recruitment di perusahaan lain sebagai ikhtiar lain.

Ikuti terus artikel-artikel tentang berburu kerja menuju puncak karir di http://www.jobhuntingcenter.com ini, dan nantikan informasi tentang pelatihan membuat surat lamaran kerja dan resume yang powerful.
Jasa pembuatan curriculum vitae dan surat lamaran kerja
gambar dari http://www.all-free-download.com

Tips Menghilangkan Ketegangan Menjelang Wawancara Kerja

Sabtu, Juni 21, 2014 Add Comment
Semua pencari kerja pasti sangat senang bila mendapat surat panggilan wawancara kerja, suatu harapan besar mendekati kesuksesan. Tapi hampir semua pencari kerja juga merasa tegang menjelang interview kerja.

Tegang, atau stress, menghadapi wawancara kerja adalah reaksi yang wajar. Semua orang akan tegang bila berhadapan dengan situasi penting yang mempengaruhi masa depan.

Berikut 5 tips untuk menurunkan ketegangan menjelang wawacara kerja :

1.     Banyak berdoa.
Orang yang tegang karena merasa memanggul beban sendirian. Dengan berdoa, mohon pertolongan dan memasrahkan beban-beban kepada Tuhan, akan mengurangi ketegangan.
 
2.     Senam ringan.
Lakukan senam peregangan untuk melemaskan syaraf yang tegang. Lakukan rutin saat bangun dan sebelum tidur selama beberapa hari menuju hari wawancara kerja.
 
3.     Minum teh.
Minumlah teh pagi hari menjelang wawancara kerja. Cara minumnya harus tenang, tidak terburu-buru, sambil menikmati aroma teh.
 
4.     Senyum.
Orang stress sulit senyum, dan senyum Anda akan mengurai stress. Senyumlah di depan cermin setelah mandi, nikmati senyum tulus Anda. Senyumlah pada semua orang yang Anda temui dari rumah menuju tempat wawancara kerja. Pertahankan senyum tulus Anda selama dalam ruangan wawancara kerja.
 
5.     Obrolan ringan.
Buatlah obrolan ringan dengan para kandidat karyawan lain di ruang tunggu. Kumpulkan informasi tentang mereka, suatu saat informasi itu akan berguna, minimal memperluas jaringan Anda.

gambar dari http://www.all-free-download.com

10 Hal Paling Fatal Penyebab Kegagalan Wawancara Kerja

Rabu, Juni 18, 2014 Add Comment
Mendapat panggilan wawancara kerja adalah suatu pencapaian yang besar. Bayangkan saja Anda terpilih dari sekian banyak pelamar kerja yang ingin mengisi lowongan kerja dari perusahaan tersebut. Semestinya Anda bersyukur dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang besar ini.

Ternyata masih banyak para kandidat karyawan yang gagal memanfaatkan peluang besar ini. Mereka gagal mempersiapkan diri menghadapi proses wawancara kerja. Gagal mempersiapkan diri adalah sama dengan mempersiapkan kegagalan.


1.     Penampilan yang buruk.
Penampilan Anda sangat mempengaruhi hasil proses wawancara kerja. Kebersihan, cara berpakaian Anda yang buruk akan sangat mempengaruhi suasana hati pewawancara. Bila kepada diri sendiri Anda tidak memperhatikan, bagaimana mungkin Anda bisa memperhatikan tugas-tugas dari perusahaan

2.     Sikap kurang etis menggunakan gadget.
Secanggih dan semahal apapun gadget Anda, tidak bisa membuat Anda diterima kerja. Karena itu sebaiknya simpan rapat-rapat dalam kondisi mati atau silent dalam tas. Asyik memainkan gadget di ruang tunggu akan menyebabkan Anda dinilai sebagai orang yang kurang bisa bersosialisasi dan bekerja sama. Apalagi bila Anda menggunakannya di ruang wawancara kerja.

3.     Terlambat.
Kesalahan paling fatal adalah terlambat menghadiri wawancara kerja. Bila memang mengalami musibah atau kendala yang tidak terelakkan sebaiknya Anda menghubungi petugas yang mengundang Anda untuk menyampaikan kondisi yang terjadi. Mintalah penjadwalan ulang.

4.     Tidak punya informasi tentang perusahaan.
Di era multimedia saat ini informasi tentang perusahaan sangat mudah didapatkan. Bila Anda tidak punya informasi tentang perusahaan yang memanggil untuk wawancara kerja, itu berarti Anda tidak bersungguh-sungguh mencari informasi , yang berarti Anda kurang serius melamar kerja.

5.     Tidak menjaga kontak mata saat wawancara kerja.
Tidak mau melakukan kontak mata akan memberi kesan negative tentang diri Anda. Baca penjelasannya di sini 

6.     Bahasa tubuh yang buruk.
Dalam ruangan wawancara kerja Anda harus benar-benar memperhatikan bahasa tubuh. Hindari sikap-sikap yang memberi kesan negative seperti malas, arrogant, tidak fokus.

7.     Berkata jelek tentang perusahaan terdahulu.
Menjelek-jelekkan pihak lain adalah sikap yang sangat buruk, apalagi yang Anda jelekkan adalah mantan pimpinan atau perusahaan Anda .

8.     Gagal jadi pendengar.
Kegagalan mendengar pertanyaan karena perhatian dan fokus yang kurang adalah sikap fatal. Sekali atau dua kali wajar Anda minta pewawancara mengulang pertanyaannya, tapi lebih dari itu akan membuat mereka menilai Anda tidak layak mendapatkan kesempatan.

9.     Ketidak jujuran.
Ketidak jujuran sekecil  apapun adalah benih kehancuran. Sebenarnya sejak Anda membuat surat lamaran kerja dan resume sudah harus menjaga kejujuran.

10. Menjawab bertele-tele dan ngelantur.
Anda tidak harus menjawab pertanyaan dengan kalimat panjang. Jawablah pertanyaan pewawancara dengan ringkas tapi jelas, to the point. Jawaban yang panjang tapi tidak berhubungan dengan point yang ditanyakan adalah sikap orang-orang yang tidak praktis yang biasanya kurang cerdas.

Hindari kesepuluh hal ini bila Anda ingin sukses wawancara kerja. Dan sebaliknya, silakan lakukan satu saja bila Anda ingin gagal.

gambar dari http://www.all-free-download.com

5 Sikap Utama Saat Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja

Rabu, Juni 11, 2014 Add Comment
Wawancara kerja adalah tahap recruitment yang sangat penting. Hasil wawancara kerja yang seringkali menjadi pertimbangan utama diterima atau tidaknya calon karyawan, setelah melalui serangkaian test.

Anda harus benar-benar memahami bagaimana menghadapi sesi wawancara kerja ini dan mempersiapkannya dengan baik.

Ada lima sikap utama yang harus Anda miliki saat menjawab pertanyaan  wawancara kerja :

1.     Jujur.
Sikap jujur ini mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar. Sedikit saja Anda tidak jujur maka tinggal menunggu kehancuran. (artikel terkait : Manfaat Besar Kejujuran)
 
2.     Yakin.
Anda harus yakin pada diri sendiri : kekuatan, kelebihan, manfaat. Ketidakyakinan Anda pada diri sendiri akan mudah terbaca pada jawaban-jawaban pertanyaan wawancara kerja. Bila Anda tidak yakin pada diri sendiri bagaimana mungkin mampu meyakinkan orang lain? Anda harus melatih dan menguatkan keyakinan ini. (artikel terkait : Cara Menjawab Wawancara Kerja yang Baik dan Efektif –Persiapan yang Matang)
 
3.     Jelas.
Cara Anda menjawab pertanyaan wawancara kerja harus jelas dan mudah dipahami. Anda harus melatih kualitas kemampuan komunikasi. (artikel terkait : Latihan Komunikasi untuk Persiapan MenghadapiWawancara Kerja)
 
4.     Relevant.
Setiap jawaban Anda harus sesuai dengan apa yang ingin didengar oleh petugas pewawancara. Karena itu Anda harus berusaha, melakukan persiapan sebaik mungkin, mencari informasi tentang perusahaan. (artikel terkait : Dapatkan Informasi tentang Posisi Pekerjaan yangDitawarkan)
 
5.     Fokus.
Anda harus fokus pada kelebihan-kelebihan diri. Anda juga harus fokus pada pertanyaan petugas pewawancara.  Hindari menyampaikan sesuatu yang tidak ada manfaatnya  atau ngelantur tanpa tujuan. Anda harus mempersiapkan diri dan melatihnya. (artikel terkait :Persiapan Menghadapi Wawancara Kerja - Fokus pada Bab yang Sesuai)

Gambar dari http://www.all-free-download.com