Langkah awal terpenting yang seringkali dilewatkan oleh para job hunter adalah : riset informasi perusahaan yang dituju. Bila pun melakukan pencarian informasi, kebanyakan job hunter hanya cukup sampai pada posisi lowongan kerja yang ditawarkan dan alamat perusahaan.
Informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda dalam beberapa hal berikut ini:
Mengetahui apa yang diharapkan dari Anda: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut. Ini akan membantu Anda mengatur prioritas dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.
Mempersiapkan diri untuk wawancara kerja: Informasi tentang perusahaan juga akan membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja. Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan pertanyaan yang relevan dan mempersiapkan jawaban yang tepat.
Menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut: Menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset tentang perusahaan akan menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut, dan bahwa Anda siap bekerja keras untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
Membantu Anda membuat keputusan: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda membuat keputusan tentang apakah Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut dan apakah perusahaan tersebut sesuai dengan nilai-nilai dan prioritas Anda.
Menunjukkan profesionalisme: Melakukan riset tentang perusahaan yang akan dilamar juga akan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang profesional yang serius dan siap bekerja keras untuk mencapai tujuan Anda.
Dengan demikian, informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda, mempersiapkan diri untuk wawancara kerja, menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut, membantu Anda membuat keputusan, dan menunjukkan profesionalisme.
Untuk mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
Kunjungi situs web perusahaan: Banyak perusahaan memiliki situs web yang menyajikan informasi tentang sejarah perusahaan, produk dan layanan yang ditawarkan, serta struktur organisasi perusahaan.
Baca laporan tahunan perusahaan: Laporan tahunan perusahaan biasanya tersedia di situs web perusahaan atau dapat diunduh dari situs entitas penyedia informasi keuangan seperti Yahoo Finance atau Bloomberg. Laporan tahunan menyajikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan, serta rencana strategis untuk masa depan.
Telusuri berita terkait perusahaan: Anda dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari berita terkait perusahaan yang akan dilamar. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut, serta bagaimana perusahaan tersebut dianggap oleh publik dan industri.
Bicara dengan orang yang bekerja di perusahaan: Jika Anda mengenal seseorang yang bekerja di perusahaan yang akan dilamar, maka tanyakanlah kepada mereka tentang bagaimana kondisi kerja di perusahaan tersebut, serta apa yang mereka sukai dan tidak sukai tentang bekerja di sana. Ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kultur kerja di perusahaan tersebut.
Ikuti perusahaan di media sosial: Perusahaan seringkali membagikan informasi tentang kegiatan perusahaan di akun media sosial seperti Twitter, Facebook, dan LinkedIn. Ini dapat menjadi sumber informasi yang baik tentang apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut.
Sekali lagi harus dipahami bahwa mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar adalah salah satu langkah penting dalam proses lamaran kerja. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut, serta membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja.
Mudah khan? Selain lebih mudah dijawab, pertanyaan
terakhir juga lebih bermanfaat.
Salah satu tujuan membuat curriculum vitae adalah
menampilkan informasi tentang diri Anda kepada perusahaan yang menyediakan
lowongan pekerjaan atau yang sedang mencari karyawan.
Pertanyaan berikutnya adalah : informasi seperti apa?
Anda tidak perlu menyampaikan informasi segala hal
tentang diri Anda. Anda hanya harus menyampaikan informasi tentang segala hal
yang ingin diketahui oleh perusahaan.
Bisa Anda lihat pada contoh di atas bahwa Joko Sujoko
berusaha menyampaikan banyak informasi tentang dirinya, tetapi justru dia tidak
menampilkan informasi yang dibutuhkan perusahaan.
Berikut saran perbaikan curriculum vitae Joko Sujoko
dengan format yang lebih informatif :
Beberapa
perusahaan mensyaratkan surat lamaran dikirim lewat email. Mengirimsurat lamaran kerja
lewat email adalah suatu yang sangat bermanfaat bagi banyak pihak :
-Bagi
perusahaan lebih mudah dan praktis dalam melakukan seleksi dan penyimpanan
surat masuk (pengarsipan). -Bagi
pelamar lebih praktis, hemat dan mudah juga untuk pengarsipan. -Bagi
alam lebih ramah karena tidak menggunakan kertas yang menggunakan bahan pohon
yang ditebang.
Namun ada
beberapa pencari kerja masih belum terbiasa menggunakan email untuk mengirim
lamaran.
1.Gunakan akun email yang menggunakan
nama Anda sebagai alamat email. Bila hanya memiliki akun email yang dibikin saat masih SMP dulu biasanya
alamat email Anda bernuansa alay. Sebaiknya Anda membuat email baru yang
mengesankan profesinalitas. Gunakan nama lengkap Anda sebagai alamat email.
Bila nama Anda terlalu panjang, gunakan nama awal dan akhir saja. Contoh : sekarkusuma@gmail.com (nama lengkap : Sekar Puspa Flower
Kusuma), atau sekar.kusuma@gmail.com
3.Tuliskan subjek email. Subjek email harus Anda tuliskan, karena tanpa subjek email Anda akan
dianggap email sampah (junk mail). Biasanya pada informasi lowongan kerja Anda
diminta menuliskan kode tertentu dan nama Anda di subjek email sesuai posisi
lowongan kerja yang Anda minati. Bila tidak ada perintah dari informasi
lowongan kerja, tuliskan saja posisi yang Anda minati dan nama Anda. Pastikan subjek email Anda isi sebelum menulis di badan email agar tidak
terlupa.
4.Tuliskan surat pengantar (cover
letter) atau surat lamaran Anda. Tuliskan surat lamaran Anda di badan email. Bagaimana cara menulisnya
bisa Anda baca di sini. Kadang Anda juga diminta melampirkan surat lamaran dalam bentuk dokumen.
5.Tambahkan tanda tangan. Tanda tangan dalam email atau email signature bukanlah tanda tangan
coretan tangan Anda, tapi cukup nama lengkap, alamat email, dan nomor telepon
yang Anda tulis di paling bawah badan email.
6.Lampirkan file dokumen-dokumen Anda. Lampirkan file dokumen resume atau CV Anda, dan surat lamaran yang sudah
Anda siapkan. Klik tombol ‘sisipkan file’ atau ‘attach file’ kemudian pilih file-file
dokumen yang sudah Anda simpan di hard disk computer.
Persaingan di bursa
tenaga kerja semakin ketat. Kondisi ekonomi makro yang memengaruhi ekonomi
mikro perusahaan semakin memperparah ketatnya persaingan mendapatkan pekerjaan.
Krisis ekonomi global, perkembangan politik, bencana alam, dan wabah penyakit
sangat besar dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Jangankan yang masih
belum pernah bekerja, yang sudah bekerja bertahun-tahun pun harus masuk ke
ajang perebutan pekerjaan karena perusahaan tempat bekerja melakukan
perampingan atau tutup.
Bagaimana peluang pencari
kerja fresh graduate...?
Para fresh graduater sebaiknya membaca artikel ini sampai selesai agar
mendapatkan manfaat yang maksimal.
Kegalauan Fresh Graduate
Mayoritas mahasiswa
memiliki rencana bekerja sebagai karyawan setelah lulus kuliah. Meskipun di era
milenial ini perkembangan kewirausahaan tumbuh pesat, semakin banyak anak-anak
Gen Z yang bercita-cita menjadi wirausahawan, prosentase yang ingin menjadi
karyawan masih jauh lebih tinggi. Bahkan yang bercita-cita jadi wirausahawan
pun sebagian masih ingin menjadi karyawan dulu sebelum mendirikan perusahaan
sendiri.
Seiring dengan
pertumbuhan jumlah penduduk khususnya usia produktif, persaingan mendapatkan
pekerjaan menjadi semakin ketat. Setiap tahun, bahkan setiap bulan bertambah
sarjana-sarjana baru yang mau tidak mau harus bersaing mendapatkan pekerjaan
dengan para seniornya yang lulus lebih dulu dan belum mendapatkan pekerjaan.
Di sisi lain persaingan
di dunia industri juga semakin ketat. Untuk memenangkan persaingan mereka
membutuhkan karyawan yang berkualitas, yang terbaik di bidangnya. Karena itu seakan-akan (saya menggunakan kata
seakan-akan untuk menggambarkan kondisi yang belum final) perusahaan-perusahaan
hanya mau menerima karyawan yang sudah memiliki pengalaman kerja. Maka seakan-akan (lagi) semakin kecil pula peluang
fresh graduate mendapatkan pekerjaan. Benarkah seperti itu kondisinya?
Tergantung...
Perusahaan (Masih) Membutuhkan Karyawan
Karyawan adalah aset
penting perusahaan, modal utama untuk menghasilkan produk-produk yang
berkualitas baik berupa barang maupun jasa. Sebagus apa pun bahan dasar suatu
produk bila diolah tidak secara maksimal hasilnya tidak akan bagus. Tidak bisa
bersaing di pasar. Secanggih apa pun mesin yang digunakan bila tidak
dioperasikan dengan baik hasilnya pasti akan mengecewakan.
Sampai saat ini, dengan
berkembang pesatnya teknologi, sentuhan tangan manusia masih sangat dibutuhkan.
Mungkin jumlahnya sudah tidak sebanyak sebelumnya, tapi masih sangat
dibutuhkan. Semua perusahaan masih membutuhkan manusia sebagai karyawannya.
Meskipun ada beberapa proses yang digantikan oleh mesin-mesin canggih, masih
banyak bagian-bagian yang tak tergantikan mesin. Bagian pemasaran dan penjualan
masih sangat membutuhkan sentuhan tangan manusia, pendekatan emosi dan perasaan
kepada pelanggan. Pada level masalah tertentu bagian pelayanan juga tidak bisa
tergantikan automatisasi.
Karyawan Seperti Apa yang Dibutuhkan
Karyawan seperti apakah
yang dibutuhkan oleh perusahaan di era digital?
Yang dibutuhkan
perusahaan saat ini adalah karyawan yang selalu siap berubah sesuai perkembangan zaman.
Sekarang perkembangan
teknologi sangat cepat. Semua perusahaan harus mengikuti perkembangan itu atau
kalah dan hancur tergilas roda perubahan.
Bila di era-era
sebelumnya inovasi hanya pada tataran fungsi dan fitur produk, maka di era
digital sekarang perubahan sudah pada tataran jenis produk yang melibatkan positioning, segment dan ceruk pasar,
bahkan perubahan sudah memengaruhi jenis industri yang dijalankan.
Banyak
perusahaan-perusahaan besar yang mampu bertahan dan berkembang karena mau
berubah, bermetamorfosis, seperti Samsung dan Sonny.
Banyak juga
perusahaan-perusahaan yang tumbang karena enggan berubah dan tidak segera
mencari peluang baru di pasar. Perusahaan operator telekomunikasi selular
pernah berjaya di zamannya. Sekarang perusahaan-perusahaan operator
telekomunikasi seluler yang tersisa harus berpikir keras agar bisa bertahan
menghadapi gempuran perusahaan operator WIFI, yang bisa menyediakan sarana
komunikasi jauh lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.
Perusahaan-perusahaan
itu, yang sadar dan siap berubah mengikuti perkembangan zaman, membutuhkan
karyawan-karyawan yang juga mampu mengimbangi perkembangan dan perubahan
perusahaannya. Suatu keniscayaan bila keterampilan yang dulu sangat dibutuhkan
sekarang tidak lagi digunakan. Karyawan
yang sudah bekerja puluhan tahun mungkin tidak lagi dibutuhkan karena tidak
memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Karyawan yang
sudah bertahun-tahun jadi andalan bisa tersisihkan karena enggan move on, terlalu bangga pada keunggulan
yang sudah kadaluarsa.
Pengalaman kerja tidak
lagi bisa jadi jaminan mudah mendapatkan pekerjaan.
Keterampilan mutakhir
yang kini harus dimiliki oleh pencari kerja untuk memenangkan persaingan.
Soft
Skill
Apakah semua karyawan
lama harus diganti karena perubahan teknologi? Khan lebih murah menggaji
karyawan baru fresh graduate yang
dibekali aneka pelatihan teknologi baru? Tidak sesederhana itu, dan tak perlu
sedramatis begitu.
Keterampilan-keterampilan
yang sesuai teknologi itu adalah hard
skill. Hard skills ‘mudah’
dipelajari dan diukur. Hard skills
hanya berhubungan dengan kemampuan mengerjakan sesuatu, tapi belum menjamin
kualitas hasilnya. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dibutuhkan soft skills, seperti logical thinking (pemikiran logis), perseverance (ketekunan), persistence (kegigihan), creativity (kreativitas), critical observation (pengamatan yang
kritis), dan critical thinking (berpikir
kritis).
Soft skills tidak bisa dipelajari secara instan. Pelatihan seminggu tidak bisa membuat
seseorang menguasai sebuah soft skill.
Soft skill harus dilatih dan
dipraktikkan secara terus menerus. Itulah keunggulan yang dimiliki oleh
karyawan yang berpengalaman kerja : soft
skill. Bila hard skills bisa
kadaluarsa, ketinggalan zaman, tidak begitu dengan soft skill. Soft skill
tidak bisa ketinggalan zaman, hanya perlu disesuaikan dengan hard skill terbaru. Bahkan, soft skill-lah yang dibutuhkan seseorang
agar bisa selalu mengikuti perkembangan teknologi, seperti adaptability (adaptasi), business
trend awareness (kepedulian terhadap tren bisnis) ,desire to learn (keinginan untuk belajar), flexibility (fleksibilitas), technology
trend awareness (kepedulian terhadap tren teknologi), trainable (mudah dilatih), willingness
to learn (kemauan belajar).
Seseorang yang memiliki
pengalaman kerja panjang akan memiliki soft
skills, karena saat menjalankan pekerjaan dia pasti selalu menggunakannya.
Semakin lama soft skill-nya akan
semakin terasah. Tentu saja setiap orang memiliki tingkat soft skill yang berbeda, sesuai kemauannya meningkatkan kualitas
diri, yang untuk itu juga membutuhkan soft
skill : accepting feedback atau willing to accept feedback (kemauan
menerima umpan balik), yang ternyata tidak dimiliki oleh semua karyawan
berpengalaman kerja.
Jadi, bila perusahaan
mempertahankan karyawannya yang sudah lama bekerja, bukan karena hard skill yang mereka kuasai, karena
itu bisa kadaluarsa. Namun karena soft
skill yang mereka miliki. Soft skill
yang bisa membuat mereka tetap produktif meskipun teknologi berkembang dan
kondisi berubah.
Peluang Fresh Graduate
Bagaimana dengan para
pencari kerja yang belum berpengalaman kerja, fresh graduater?
Kabar baiknya adalah :
mendapatkan soft skill tidak harus melalui pengalaman kerja resmi di sebuah
perusahaan. Soft skill bisa didapatkan dengan banyak cara. Segala kegiatan bisa
jadi media untuk mengasah dan meningkatkan soft skill, apapun itu.
Life skill, kemampuan untuk bertahan hidup adalah terdiri dari hard skill dan soft skill.
Agar sukses dalam pendidikan seorang pelajar atau mahasiswa membutuhkan soft
skills, yang sudah saya sebutkan tadi, seperti ketekunan, kegigihan, dan
berpikir logis.
Kegiatan-kegiatan
organisasi, bila dijalankan dengan serius dan bersungguh-sungguh, akan
meningkatkan banyak soft skill yang sangat dibutuhkan perusahaan, seperti
collaboration (kolaborasi) , cooperation (kerja sama), communication
(komunikasi), dan establishing interpersonal relationships (menjalin hubungan
interpersonal).
Kegiatan magang, jadi
sukarelawan, proyek-proyek bisnis sederhana di lingkungan tempat tinggal, juga
bisa digunakan untuk meningkatkan soft skill.
Jadi, sejatinya setiap
orang memiliki peluang yang sama dalam persaingan mendapatkan pekerjaan, baik
berpengalaman kerja maupun fresh graduate.
Meskipun memiliki pengalaman kerja yang panjang, tapi enggan berubah dan
mengasah soft skill, akan bisa
dikalahkan oleh seorang fresh graduate
yang semangat berlatih meningkatkan kualitas dirinya dengan berbagai kegiatan.
Mengemas dan Menjual Diri
Bila sudah memiliki soft skills yang dibutuhkan perusahaan,
langkah selanjutnya adalah bagaimana mengemas semua itu agar terlihat dan dipertimbangkan.
Untuk itu perlu kemampuan komunikasi menjual diri, suatu soft skill juga.
Dibutuhkan kemampuan mengemas soft skills agar mudah terlihat oleh perusahaan.
Baik berpengalaman kerja
atau pun fresh graduate, seorang
pelamar kerja harus mampu meyakinkan rekruter bahwa dia memiliki sesuatu yang
dibutuhkan oleh perusahaan. Dia harus bisa menunjukkannya dalam surat lamaran
kerja, curriculum vitae, dan saat wawancara kerja.
Seorang
pelamar kerja yang berpengalaman kerja panjang dan memiliki banyak keterampilan
bisa dikalahkan oleh seorang fresh graduate yang bisa mengemas keunggulannya
dengan baik sehingga mampu meyakinkan rekruter suatu perusahaan. Sangat
mungkin.
Surat lamaran kerja adalah proses komunikasi awal dengan
perusahaan. Bila proses ini dilakukan dengan asal-asalan maka jangan berharap
segera mendapatkan hasil yang memuaskan.
Sebuah surat lamaran kerja haruslah ringkas karena petugas
penyeleksi tidak punya waktu banyak untuk membaca setiap surat yang masuknya
ratusan bahkan ribuan. Meskipun ringkas surat lamaran kerja harus sangat
komunikatif sehingga mampu memikat pembacanya.
Surat lamaran kerja dibagi menjadi lima bagian yaitu : 1.Info kontak Berisi informasi alamat, nomor telepon,
alamat email, alamat aplikasi chatting seperti
pin BB, whatsapp. Bagian ini sangat penting dan harus memudahkan petugas
penyeleksi menghubungi Anda. 2.Alamat tujuan surat Berisi nama, jabatan, perusahaan, alamat
tujuan surat lamaran Anda. Bagian 1 dan 2 ini bisa disebut sebagai kepala
surat. 3.Alasan atau tujuan surat lamaran kerja Berisi dari mana Anda mengetahui adanya
lowongan posisi pekerjaan, kenapa berminat, dan bidang kerja yang Anda minati. 4.Penawaran keunggulan. Berisi ringkasan atau salah beberapa
pilihan keunggulan yang Anda tawarkan kepada perusahaan. Tidak perlu terlalu
banyak karena Anda bisa menuliskan sisanya di resume kerja/CV. 5.Penegasan komitmen.
Pada bagian ini Anda menegaskan komitmen
ketertarikan bergabung pada perusahaan, termasuk dengan proaktif menjanjikan
tindak lanjut. Bagian ini adalah penutup surat lamaran kerja.