Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, sistem pelacakan pelamar (ATS) telah menjadi kunci dalam proses rekrutmen perusahaan modern. Untuk mencapai kesuksesan dalam pencarian pekerjaan, penting bagi para pencari kerja untuk memahami bagaimana ATS bekerja dan bagaimana mereka dapat mengoptimalkan CV mereka agar dapat melewati filter ini dengan sukses.
Memahami Sistem Pelacakan Pelamar (ATS)
Pada dasarnya, ATS adalah alat yang digunakan oleh perusahaan untuk memindai, menyimpan, dan memantau aplikasi pekerjaan yang masuk. Namun, di balik kemudahan ini, ada kenyataan bahwa ATS dapat menjadi penghalang utama bagi banyak pencari kerja.
Strategi Penting untuk CV yang Sukses
1. Penulis CV Profesional: Menggunakan jasa penulis CV profesional adalah langkah cerdas untuk memastikan CV Anda memenuhi standar industri dan menarik perhatian perekrut.
2. Kreativitas dalam Curriculum Vitae: CV yang kreatif dapat membuat Anda menonjol dari tumpukan pelamar lainnya. Namun, ingatlah untuk tetap mempertahankan konsistensi dalam struktur dan konten.
3. Tata Letak yang Menarik: Tata letak yang menarik dapat membuat CV Anda lebih mudah dibaca dan dicerna oleh sistem ATS dan perekrut manusia.
4. Konsultasi dengan Penyunting CV Ahli: Menggunakan jasa penyunting CV ahli dapat membantu Anda memperbaiki kesalahan tata bahasa dan menyesuaikan CV Anda agar sesuai dengan standar industri.
5. Penyusun CV yang Berkualitas: Jasa penyusun CV yang berkualitas dapat membantu Anda menyoroti pencapaian Anda secara efektif dalam CV Anda.
6. Penyesuaian dengan Standar Industri: Pastikan CV Anda sesuai dengan standar industri yang relevan untuk posisi yang Anda lamar.
Kesimpulan
Dalam dunia rekrutmen yang semakin kompetitif, pemahaman tentang cara kerja ATS dan strategi yang diperlukan untuk memastikan CV Anda melewati filter ini sangatlah penting. Dengan menggabungkan kreativitas, keahlian, dan bantuan profesional, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk sukses dalam mencari pekerjaan yang diinginkan.
Jika Anda mencari cara untuk membuat CV yang efektif dan menarik, pertimbangkan untuk menggunakan layanan jasa pembuatan CV terbaik. Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa CV Anda memenuhi standar industri dan mendapatkan perhatian yang pantas dari perekrut.
Untuk mencari kerja di Jobstreet, ikuti
langkah-langkah berikut ini:
Kunjungi website Jobstreet dan buat akun
jika Anda belum memilikinya.
Perbarui profil Anda di Jobstreet dengan
informasi mengenai pengalaman kerja, pendidikan, dan keahlian Anda.
Buat resume yang menarik dan menonjolkan
keahlian dan pengalaman kerja Anda.
Cari lowongan kerja yang sesuai dengan
kualifikasi dan pengalaman kerja Anda dengan menggunakan fitur pencarian di
website Jobstreet.
Kirim lamaran kerja dan resume Anda ke
perusahaan yang Anda minati dengan mengikuti petunjuk yang tersedia di website
Jobstreet.
Pantau lowongan kerja yang tersedia di
Jobstreet dan tanggap mengirimkan lamaran jika ada lowongan yang sesuai dengan
kualifikasi Anda.
Untuk memasukkan kata kunci ke dalam
CV/resume Anda agar lebih mudah ditemukan oleh perusahaan di Jobstreet, berikut
adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan:
Pastikan bahwa CV/resume Anda mencantumkan
informasi yang sesuai dengan lowongan kerja yang Anda inginkan. Misalnya, jika
Anda mencari pekerjaan sebagai programmer, pastikan bahwa CV/resume Anda
mencantumkan keahlian Anda dalam bahasa pemrograman yang relevan.
Gunakan kata kunci yang tepat dalam
CV/resume Anda. Misalnya, jika Anda memiliki keahlian dalam bahasa pemrograman
Java, pastikan untuk mencantumkan kata kunci tersebut dalam CV/resume Anda.
Buat daftar kata kunci yang relevan dengan
pekerjaan yang Anda inginkan, lalu pastikan bahwa kata-kata tersebut muncul
dalam CV/resume Anda. Misalnya, jika Anda mencari pekerjaan sebagai marketing,
kata kunci yang relevan mungkin berupa "strategi pemasaran", "analisis
pasar", atau "kampanye iklan".
Pastikan bahwa CV/resume Anda terstruktur
dengan baik dan mudah dibaca, agar perusahaan dapat menemukan kata kunci yang
Anda masukkan dengan mudah.
Mencari kerja melalui LinkedIn dapat
efektif jika dilakukan dengan benar. LinkedIn adalah platform jejaring
profesional yang banyak digunakan oleh para profesional untuk mencari peluang
kerja, memperluas jaringan mereka, dan menunjukkan keahlian mereka. Dengan
menggunakan LinkedIn, Anda dapat menemukan lowongan kerja yang sesuai dengan
keahlian dan pengalaman Anda, serta terhubung dengan orang-orang yang dapat
membantu Anda dalam upaya pencarian kerja Anda.
Berikut adalah beberapa cara yang dapat
Anda lakukan untuk menggunakan LinkedIn dalam mencari pekerjaan:
Buat profil LinkedIn yang lengkap dan
menarik. Pastikan profil Anda mencerminkan keahlian dan pengalaman kerja yang
Anda miliki, serta menunjukkan minat dan tujuan kerja yang Anda inginkan.
Cari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan
keahlian Anda di LinkedIn. Anda dapat menggunakan fitur pencarian pekerjaan di
LinkedIn untuk menemukan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan
lokasi Anda.
Hubungi perusahaan yang Anda minati melalui
LinkedIn. Anda dapat mengirimkan pesan atau permintaan berteman kepada
perusahaan yang Anda minati, lalu menanyakan apakah mereka membuka lowongan
pekerjaan yang sesuai dengan keahlian Anda.
Bergabung dengan grup-grup profesi di
LinkedIn. Anda dapat bergabung dengan grup-grup yang terkait dengan industri
atau profesi yang Anda minati, lalu bertukar informasi dan ide dengan anggota
grup lainnya. Ini dapat membantu Anda menemukan informasi lowongan pekerjaan
yang belum dipublikasikan secara luas.
Perbarui status dan berbagi konten di
LinkedIn secara teratur. Anda dapat memperbarui status dan berbagi konten yang
berkaitan dengan keahlian atau minat profesi Anda, lalu memperoleh dukungan dan
tanggapan dari teman dan rekan kerja Anda. Ini dapat membantu meningkatkan
visibilitas profil LinkedIn Anda di kalangan para profesional lainnya.
Berikut adalah beberapa tips untuk membuat
profil LinkedIn yang baik:
Gunakan foto yang profesional untuk menjadi
foto profil Anda. Ini akan membantu orang lain mengingat Anda dan
memperlihatkan bahwa Anda serius tentang profil LinkedIn Anda.
Buat judul profil yang menggambarkan posisi
atau keahlian Anda dengan jelas. Ini akan membantu orang lain menemukan Anda
dengan mudah melalui pencarian LinkedIn.
Jelaskan secara singkat tentang diri Anda
di bagian Profil Singkat. Ini adalah kesempatan Anda untuk menunjukkan keahlian
dan pengalaman Anda dengan menggunakan kata-kata yang menarik dan menjual.
Tambahkan keahlian dan bahasa yang Anda
kuasai di bagian Keahlian. Ini akan membantu orang lain menemukan Anda ketika
mereka mencari profesional dengan keahlian yang sesuai.
Tambahkan pengalaman kerja, pendidikan, dan
organisasi yang Anda ikuti di bagian Riwayat. Ini akan membantu orang lain
memahami latar belakang dan pengalaman Anda dengan lebih baik.
Tambahkan beberapa contoh pekerjaan atau
proyek yang telah Anda kerjakan di bagian Portofolio. Ini akan memberikan
contoh konkret tentang keahlian dan pengalaman Anda.
Aktifkan fitur Penawaran Kerja di profil
LinkedIn Anda. Ini akan membantu perusahaan menemukan Anda ketika mereka
mencari kandidat untuk lowongan kerja yang tersedia.
Gunakan LinkedIn untuk terhubung dengan
orang lain dan bergabung dengan grup yang sesuai dengan keahlian Anda. Ini akan
membantu Anda memperluas jaringan profesional Anda dan menunjukkan keahlian
Anda kepada orang lain.
Langkah awal terpenting yang seringkali dilewatkan oleh para job hunter adalah : riset informasi perusahaan yang dituju. Bila pun melakukan pencarian informasi, kebanyakan job hunter hanya cukup sampai pada posisi lowongan kerja yang ditawarkan dan alamat perusahaan.
Informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda dalam beberapa hal berikut ini:
Mengetahui apa yang diharapkan dari Anda: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut. Ini akan membantu Anda mengatur prioritas dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.
Mempersiapkan diri untuk wawancara kerja: Informasi tentang perusahaan juga akan membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja. Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan pertanyaan yang relevan dan mempersiapkan jawaban yang tepat.
Menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut: Menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset tentang perusahaan akan menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut, dan bahwa Anda siap bekerja keras untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
Membantu Anda membuat keputusan: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda membuat keputusan tentang apakah Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut dan apakah perusahaan tersebut sesuai dengan nilai-nilai dan prioritas Anda.
Menunjukkan profesionalisme: Melakukan riset tentang perusahaan yang akan dilamar juga akan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang profesional yang serius dan siap bekerja keras untuk mencapai tujuan Anda.
Dengan demikian, informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda, mempersiapkan diri untuk wawancara kerja, menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut, membantu Anda membuat keputusan, dan menunjukkan profesionalisme.
Untuk mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
Kunjungi situs web perusahaan: Banyak perusahaan memiliki situs web yang menyajikan informasi tentang sejarah perusahaan, produk dan layanan yang ditawarkan, serta struktur organisasi perusahaan.
Baca laporan tahunan perusahaan: Laporan tahunan perusahaan biasanya tersedia di situs web perusahaan atau dapat diunduh dari situs entitas penyedia informasi keuangan seperti Yahoo Finance atau Bloomberg. Laporan tahunan menyajikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan, serta rencana strategis untuk masa depan.
Telusuri berita terkait perusahaan: Anda dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari berita terkait perusahaan yang akan dilamar. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut, serta bagaimana perusahaan tersebut dianggap oleh publik dan industri.
Bicara dengan orang yang bekerja di perusahaan: Jika Anda mengenal seseorang yang bekerja di perusahaan yang akan dilamar, maka tanyakanlah kepada mereka tentang bagaimana kondisi kerja di perusahaan tersebut, serta apa yang mereka sukai dan tidak sukai tentang bekerja di sana. Ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kultur kerja di perusahaan tersebut.
Ikuti perusahaan di media sosial: Perusahaan seringkali membagikan informasi tentang kegiatan perusahaan di akun media sosial seperti Twitter, Facebook, dan LinkedIn. Ini dapat menjadi sumber informasi yang baik tentang apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut.
Sekali lagi harus dipahami bahwa mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar adalah salah satu langkah penting dalam proses lamaran kerja. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut, serta membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja.
Sekarang...mari kita lebih fokus membahas konten. Karena,
mau desain polos, mau desain yang atraktif, bila konten CV-nya jelek PASTI
DITOLAK perusahaan.
Konten CV itu ada dua bagian : data dan struktur.
Data adalah semua yang Anda miliki, yang Anda tawarkan
kepada perusahaan. Setiap orang pasti berbeda. Saya tidak akan punya saran
generik untuk data, karena masing-masing orang punya data yang berbeda.
Struktur konten adalah tentang bagaimana menuangkan data ke
dalam curriculum vitae. Kalau ini ada saran generiknya. Karena itu yang kita
bahas sebentar lagi adalah struktur konten curriculum vitae.
Sub topik
i.Struktur Konten Curriculum Vitae
ii.Panjang Curriculum Vitae
iii.Macam Informasi yang Dimasukkan dalam Curriculum
Vitae
iv.Pola Kalimat
Struktur
Konten Curriculum Vitae
Ada 3 hal yang memengaruhi kualitas curriculum vitae :
1.Panjang curriculum vitae
2.Macam informasi yang dimasukkan ke dalam
curriculum vitae
3.Pola kalimat
Tolok ukur kualitas yang akan kita gunakan kali ini adalah
berdasarkan penilaian Applicant Tracking System (ATS)
“Tapi khan masih banyak perusahaan yang belum menggunakan
ATS?”
Benar sekali. ATS adalah software. Program yang ditanamkan
di dalamnya berdasarkan hasil penelitian dan pendapat para praktisi rekrutmen.
Cara berpikir ATS adalah cara berpikir petugas perekrut karyawan, algoritmanya
sama.
Karena mesin, robot, seleksi ATS lebih ketat dan presisi
dibanding seleksi manual oleh petugas rekrutmen. Jadi bila CV Anda disetting
agar lulus ATS, maka peluang lulus dalam seleksi manual pasti juga akan tinggi.
Panjang
Curriculum Vitae
Hampir semua pakar karir menyarankan untuk membatasi CV
hanya dua halaman, maksimal tiga halaman. Alasan utamanya adalah karena recruiter hanya punya waktu yang pendek sekali untuk
membaca setiap CV. Mereka tidak punya waktu untuk membaca CV yang panjang
berlembar-lembar.
Bagaimana dengan ATS? Bukankah ATS adalah robot yang mampu
membaca CV sepanjang apapun dengan cepat?
Benar, ATS adalah robot yang mampu membaca text yang panjang
dalam waktu yang cepat. Namun, jangan lupa, bahwa ATS diprogram berdasarkan
cara berpikir manajer HR.
Selain itu ATS menggunakan panjang CV sebagai salah satu
parameter penilaian karena menggunakan sesuatu yang disebut rasio
signal-to-noise, yaitu informasi yang secara spesifik berhubungan dengan posisi
pekerjaan dibandingkan dengan informasi yang tidak relevan. CV yang terlalu
panjang dinilai tidak efisien.
CV yang terlalu panjang, yang isinya tidak relevant dengan
target posisi pekerjan, menggambarkan pemiliknya yang kurang fokus, kurang
mampu membuat perencanaan, kurang jelas tujuannya. Ciri-ciri orang yang tidak
profesional.
Jadi, ATS bukan tidak mampu membaca CV yang panjang, tetapi
ATS akan melakukan pengurangan score untuk CV yang panjangnya melewati batas.
Berapa batas maksimal panjang curriculum vitae?
Dalam jumlah kata ada beberapa pendapat.
Resumeworded.com : 450 - 650 kata untuk pencari kerja
tingkat pemula dan menengah, dan sampai 850 kata untuk pencari kerja tingkat
senior
Cultivatedculture.com : 475-600 kata, mengacu hasil
penelitian oleh talent.work
Ziprecruiter.com : 600-700 kata berdasar analisa penelitian
lebih dari 3 juta CV.
Anita Bruzzese, pakar karir : 400-800 kata.
Dari beberapa pendapat itu mungkin bisa kita simpulkan :
Panjang CV paling aman : 600-700 kata
Untuk fresh graduate : minimal 400 kata, karena belum punya
banyak pengalaman yang bisa ditampilkan di CV.
Untuk level senior (bekerja >10 tahun) : maksimal 850
kata.
Macam
Informasi yang Dimasukkan dalam Curriculum Vitae
Informasi yang dimasukkan dalam curriculum vitae juga tidak
bisa sembarangan. CV Anda bisa dinilai rendah oleh ATS gara-gara ada
informasi-informasi yang tidak penting.
Jadi, jangan memasukkan informasi ke dalam CV hanya untuk
menggenapi batas minimal panjangnya.
Informasi apa saja yang harus atau boleh dimasukkan dalam
curriculum vitae?
Ada perbedaan pendapat. Seperti objective, Ziprecruiter
menyarankan untuk memasangnya. Sementara Resumeworded justru menganggap
Objective sebagai informasi yang tidak penting dan bisa mengurangi score
curriculum vitae. Begitu juga dengan informasi Reference. Menurut Resumeworded,
reference tidak sepatutnya dimasukkan dalam curriculum vitae. Informasi itu
baru dibutuhkan setelah tahap interview.
Namun di antara perbedaan itu ada kesamaan bahwa yang harus
ada dalam curriculum vitae adalah informasi tentang contact information,
experience, dan education. Pendidikan non formal seperti pelatihan (training)
dan kursus (course) termasuk dalam education.
Bagaimana dengan fresh graduate? Khan belum punya pengalaman
kerja?
Sebenarnya itu bukan masalah. Experience tidak harus diisi
dengan pengalaman menjadi karyawan. Anda bisa mengisinya dengan segala
aktivitas selama sekolah atau kuliah, seperti pengalaman organisasi, magang,
research project, social project, sebagai sukarelawan. Bila Anda pernah
membantu orang tua menjalankan usaha keluarga, itu suatu pengalaman yang sangat
tinggi nilainya. Tinggal bagaimana cara menuliskannya dalam curriculum vitae.
Bila setelah menuliskan tiga informasi tersebut ternyata
panjang CV Anda belum mencapai batas minimal, masukkan informasi tentang skill
atau keterampilan. Summary bisa Anda tuliskan juga dalam curriculum vitae dalam
bentuk ringkasan prestasi atau pencapaian kerja, yang dilengkapi metrik angka.
Sebenarnya CV jadi terlalu panjang karena terlalu banyak
informasi tidak penting yang dimasukkan. Bila Anda hanya memasukkan tiga
informasi : contact information, experience, dan education, Anda tinggal menata
kalimat dengan pola yang benar, maka CV Anda akan berkualitas dan mendapatkan
nilai tinggi dari ATS.
Pola
Kalimat
Banyak pelamar kerja yang gagal membedakan antara job description dalam pengumuman
lowongan kerja dengan penjelasan experience dalam curriculum vitae.
Apa bedanya?
Contoh :
Visiting clients and
potential clients to evaluate needs or promote products and services.
Giving sales
presentations to a range of prospective clients.
Contoh di atas adalah job
description dalam informasi lowongan kerja. Tentang uraian
pekerjaan yang harus dilakukan oleh karyawan pada posisi pekerjaan tertentu.
Sedangkan penjelasan dalam experience di curriculum vitae adalah tentang apa saja yang sudah
Anda lakukan, bukan yang akan Anda lakukan, bukan pula yang seharusnya Anda
lakukan.
Recruiter membaca curriculum vitae untuk menemukan apa saja
yang bisa Anda lakukan. Experience
itu tentang pengalaman, segala hal yang sudah Anda alami dan lakukan. Dari experience perusahaan berusaha menakar
dan mengukur keunggulan Anda.
Anda harus menyampaikan sesuatu yang kongkrit dan terukur.
Coba perhatikan contoh berikut :
Evaluating service
quality based on input from clients as a result of daily visits, thereby
successfully reducing the churn rate by 25% and increasing customer growth rate
by 15%.
Presenting service
product information to 20 potential clients every week so as to get the
addition of 10 new clients a month
Perhatikan contoh itu! Bisa dibaca dan dirasakan tentang
sesuatu yang nyata. Apa bedanya dengan contoh sebelumnya?
Pada dua kalimat contoh terakhir ditemukan metrik angka. Itu
perbedaan terbesar dengan dua contoh kalimat sebelumnya, dan patut Anda pahami
bahwa itu bernilai sangat tinggi menurut ATS.
Polanya harus mengandung:
Kata kerja tindakan (action verb) + istilah unik bidang pekerjaan +
metrik angka
Pola seperti itu adalah pola yang ramah ATS, kalimat yang
ATS friendly.
Kata kerja tindakan adalah kata kerja untuk kalimat aktif.
Usahakan selalu menggaunakan kalimat aktif dalam menjelaskan pengalaman kerja.
Istilah unik bidang pekerjaan adalah ruang untuk memasukkan
keyword sesuai bidang pekerjaan target Anda. Bisa diisi hard skill atau
technical skill.
Metrik angka adalah kualitatif pembuktian bahwa Anda
benar-benar sudah pernah melakukan pekerjaan tersebut. Metrik angka tidak harus
diisi jumlah barang atau uang, tapi bisa juga diisi durasi waktu, perbandingan
atau prosentase, dan volume.
Kata kerja tindakan : Evaluating, Reducing, Increasing, Presenting
Istilah unik bidang pekerjaan : service
quality, churn rate, customer growth rate, service product information, potential
clients
Metrik angka : 25%, 15%, 20, 10, a
month
Bila ternyata proses rekrutmen tidak menggunakan ATS, apakah
pola kalimat seperti itu berpengaruh meningkatkan peluang dipanggil interview?
Silakan baca lagi dua kalimat contoh pertama, bandingkan
dengan dua kalimat contoh kedua. Bisa Anda RASAKAN bedanya? Itulah yang
DIRASAKAN recruiter atau manajer HR.