Langkah awal terpenting yang seringkali dilewatkan oleh para job hunter adalah : riset informasi perusahaan yang dituju. Bila pun melakukan pencarian informasi, kebanyakan job hunter hanya cukup sampai pada posisi lowongan kerja yang ditawarkan dan alamat perusahaan.
Informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda dalam beberapa hal berikut ini:
Mengetahui apa yang diharapkan dari Anda: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut. Ini akan membantu Anda mengatur prioritas dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.
Mempersiapkan diri untuk wawancara kerja: Informasi tentang perusahaan juga akan membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja. Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan pertanyaan yang relevan dan mempersiapkan jawaban yang tepat.
Menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut: Menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset tentang perusahaan akan menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut, dan bahwa Anda siap bekerja keras untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
Membantu Anda membuat keputusan: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda membuat keputusan tentang apakah Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut dan apakah perusahaan tersebut sesuai dengan nilai-nilai dan prioritas Anda.
Menunjukkan profesionalisme: Melakukan riset tentang perusahaan yang akan dilamar juga akan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang profesional yang serius dan siap bekerja keras untuk mencapai tujuan Anda.
Dengan demikian, informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda, mempersiapkan diri untuk wawancara kerja, menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut, membantu Anda membuat keputusan, dan menunjukkan profesionalisme.
Untuk mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
Kunjungi situs web perusahaan: Banyak perusahaan memiliki situs web yang menyajikan informasi tentang sejarah perusahaan, produk dan layanan yang ditawarkan, serta struktur organisasi perusahaan.
Baca laporan tahunan perusahaan: Laporan tahunan perusahaan biasanya tersedia di situs web perusahaan atau dapat diunduh dari situs entitas penyedia informasi keuangan seperti Yahoo Finance atau Bloomberg. Laporan tahunan menyajikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan, serta rencana strategis untuk masa depan.
Telusuri berita terkait perusahaan: Anda dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari berita terkait perusahaan yang akan dilamar. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut, serta bagaimana perusahaan tersebut dianggap oleh publik dan industri.
Bicara dengan orang yang bekerja di perusahaan: Jika Anda mengenal seseorang yang bekerja di perusahaan yang akan dilamar, maka tanyakanlah kepada mereka tentang bagaimana kondisi kerja di perusahaan tersebut, serta apa yang mereka sukai dan tidak sukai tentang bekerja di sana. Ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kultur kerja di perusahaan tersebut.
Ikuti perusahaan di media sosial: Perusahaan seringkali membagikan informasi tentang kegiatan perusahaan di akun media sosial seperti Twitter, Facebook, dan LinkedIn. Ini dapat menjadi sumber informasi yang baik tentang apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut.
Sekali lagi harus dipahami bahwa mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar adalah salah satu langkah penting dalam proses lamaran kerja. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut, serta membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja.
Sekarang...mari kita lebih fokus membahas konten. Karena,
mau desain polos, mau desain yang atraktif, bila konten CV-nya jelek PASTI
DITOLAK perusahaan.
Konten CV itu ada dua bagian : data dan struktur.
Data adalah semua yang Anda miliki, yang Anda tawarkan
kepada perusahaan. Setiap orang pasti berbeda. Saya tidak akan punya saran
generik untuk data, karena masing-masing orang punya data yang berbeda.
Struktur konten adalah tentang bagaimana menuangkan data ke
dalam curriculum vitae. Kalau ini ada saran generiknya. Karena itu yang kita
bahas sebentar lagi adalah struktur konten curriculum vitae.
Sub topik
i.Struktur Konten Curriculum Vitae
ii.Panjang Curriculum Vitae
iii.Macam Informasi yang Dimasukkan dalam Curriculum
Vitae
iv.Pola Kalimat
Struktur
Konten Curriculum Vitae
Ada 3 hal yang memengaruhi kualitas curriculum vitae :
1.Panjang curriculum vitae
2.Macam informasi yang dimasukkan ke dalam
curriculum vitae
3.Pola kalimat
Tolok ukur kualitas yang akan kita gunakan kali ini adalah
berdasarkan penilaian Applicant Tracking System (ATS)
“Tapi khan masih banyak perusahaan yang belum menggunakan
ATS?”
Benar sekali. ATS adalah software. Program yang ditanamkan
di dalamnya berdasarkan hasil penelitian dan pendapat para praktisi rekrutmen.
Cara berpikir ATS adalah cara berpikir petugas perekrut karyawan, algoritmanya
sama.
Karena mesin, robot, seleksi ATS lebih ketat dan presisi
dibanding seleksi manual oleh petugas rekrutmen. Jadi bila CV Anda disetting
agar lulus ATS, maka peluang lulus dalam seleksi manual pasti juga akan tinggi.
Panjang
Curriculum Vitae
Hampir semua pakar karir menyarankan untuk membatasi CV
hanya dua halaman, maksimal tiga halaman. Alasan utamanya adalah karena recruiter hanya punya waktu yang pendek sekali untuk
membaca setiap CV. Mereka tidak punya waktu untuk membaca CV yang panjang
berlembar-lembar.
Bagaimana dengan ATS? Bukankah ATS adalah robot yang mampu
membaca CV sepanjang apapun dengan cepat?
Benar, ATS adalah robot yang mampu membaca text yang panjang
dalam waktu yang cepat. Namun, jangan lupa, bahwa ATS diprogram berdasarkan
cara berpikir manajer HR.
Selain itu ATS menggunakan panjang CV sebagai salah satu
parameter penilaian karena menggunakan sesuatu yang disebut rasio
signal-to-noise, yaitu informasi yang secara spesifik berhubungan dengan posisi
pekerjaan dibandingkan dengan informasi yang tidak relevan. CV yang terlalu
panjang dinilai tidak efisien.
CV yang terlalu panjang, yang isinya tidak relevant dengan
target posisi pekerjan, menggambarkan pemiliknya yang kurang fokus, kurang
mampu membuat perencanaan, kurang jelas tujuannya. Ciri-ciri orang yang tidak
profesional.
Jadi, ATS bukan tidak mampu membaca CV yang panjang, tetapi
ATS akan melakukan pengurangan score untuk CV yang panjangnya melewati batas.
Berapa batas maksimal panjang curriculum vitae?
Dalam jumlah kata ada beberapa pendapat.
Resumeworded.com : 450 - 650 kata untuk pencari kerja
tingkat pemula dan menengah, dan sampai 850 kata untuk pencari kerja tingkat
senior
Cultivatedculture.com : 475-600 kata, mengacu hasil
penelitian oleh talent.work
Ziprecruiter.com : 600-700 kata berdasar analisa penelitian
lebih dari 3 juta CV.
Anita Bruzzese, pakar karir : 400-800 kata.
Dari beberapa pendapat itu mungkin bisa kita simpulkan :
Panjang CV paling aman : 600-700 kata
Untuk fresh graduate : minimal 400 kata, karena belum punya
banyak pengalaman yang bisa ditampilkan di CV.
Untuk level senior (bekerja >10 tahun) : maksimal 850
kata.
Macam
Informasi yang Dimasukkan dalam Curriculum Vitae
Informasi yang dimasukkan dalam curriculum vitae juga tidak
bisa sembarangan. CV Anda bisa dinilai rendah oleh ATS gara-gara ada
informasi-informasi yang tidak penting.
Jadi, jangan memasukkan informasi ke dalam CV hanya untuk
menggenapi batas minimal panjangnya.
Informasi apa saja yang harus atau boleh dimasukkan dalam
curriculum vitae?
Ada perbedaan pendapat. Seperti objective, Ziprecruiter
menyarankan untuk memasangnya. Sementara Resumeworded justru menganggap
Objective sebagai informasi yang tidak penting dan bisa mengurangi score
curriculum vitae. Begitu juga dengan informasi Reference. Menurut Resumeworded,
reference tidak sepatutnya dimasukkan dalam curriculum vitae. Informasi itu
baru dibutuhkan setelah tahap interview.
Namun di antara perbedaan itu ada kesamaan bahwa yang harus
ada dalam curriculum vitae adalah informasi tentang contact information,
experience, dan education. Pendidikan non formal seperti pelatihan (training)
dan kursus (course) termasuk dalam education.
Bagaimana dengan fresh graduate? Khan belum punya pengalaman
kerja?
Sebenarnya itu bukan masalah. Experience tidak harus diisi
dengan pengalaman menjadi karyawan. Anda bisa mengisinya dengan segala
aktivitas selama sekolah atau kuliah, seperti pengalaman organisasi, magang,
research project, social project, sebagai sukarelawan. Bila Anda pernah
membantu orang tua menjalankan usaha keluarga, itu suatu pengalaman yang sangat
tinggi nilainya. Tinggal bagaimana cara menuliskannya dalam curriculum vitae.
Bila setelah menuliskan tiga informasi tersebut ternyata
panjang CV Anda belum mencapai batas minimal, masukkan informasi tentang skill
atau keterampilan. Summary bisa Anda tuliskan juga dalam curriculum vitae dalam
bentuk ringkasan prestasi atau pencapaian kerja, yang dilengkapi metrik angka.
Sebenarnya CV jadi terlalu panjang karena terlalu banyak
informasi tidak penting yang dimasukkan. Bila Anda hanya memasukkan tiga
informasi : contact information, experience, dan education, Anda tinggal menata
kalimat dengan pola yang benar, maka CV Anda akan berkualitas dan mendapatkan
nilai tinggi dari ATS.
Pola
Kalimat
Banyak pelamar kerja yang gagal membedakan antara job description dalam pengumuman
lowongan kerja dengan penjelasan experience dalam curriculum vitae.
Apa bedanya?
Contoh :
Visiting clients and
potential clients to evaluate needs or promote products and services.
Giving sales
presentations to a range of prospective clients.
Contoh di atas adalah job
description dalam informasi lowongan kerja. Tentang uraian
pekerjaan yang harus dilakukan oleh karyawan pada posisi pekerjaan tertentu.
Sedangkan penjelasan dalam experience di curriculum vitae adalah tentang apa saja yang sudah
Anda lakukan, bukan yang akan Anda lakukan, bukan pula yang seharusnya Anda
lakukan.
Recruiter membaca curriculum vitae untuk menemukan apa saja
yang bisa Anda lakukan. Experience
itu tentang pengalaman, segala hal yang sudah Anda alami dan lakukan. Dari experience perusahaan berusaha menakar
dan mengukur keunggulan Anda.
Anda harus menyampaikan sesuatu yang kongkrit dan terukur.
Coba perhatikan contoh berikut :
Evaluating service
quality based on input from clients as a result of daily visits, thereby
successfully reducing the churn rate by 25% and increasing customer growth rate
by 15%.
Presenting service
product information to 20 potential clients every week so as to get the
addition of 10 new clients a month
Perhatikan contoh itu! Bisa dibaca dan dirasakan tentang
sesuatu yang nyata. Apa bedanya dengan contoh sebelumnya?
Pada dua kalimat contoh terakhir ditemukan metrik angka. Itu
perbedaan terbesar dengan dua contoh kalimat sebelumnya, dan patut Anda pahami
bahwa itu bernilai sangat tinggi menurut ATS.
Polanya harus mengandung:
Kata kerja tindakan (action verb) + istilah unik bidang pekerjaan +
metrik angka
Pola seperti itu adalah pola yang ramah ATS, kalimat yang
ATS friendly.
Kata kerja tindakan adalah kata kerja untuk kalimat aktif.
Usahakan selalu menggaunakan kalimat aktif dalam menjelaskan pengalaman kerja.
Istilah unik bidang pekerjaan adalah ruang untuk memasukkan
keyword sesuai bidang pekerjaan target Anda. Bisa diisi hard skill atau
technical skill.
Metrik angka adalah kualitatif pembuktian bahwa Anda
benar-benar sudah pernah melakukan pekerjaan tersebut. Metrik angka tidak harus
diisi jumlah barang atau uang, tapi bisa juga diisi durasi waktu, perbandingan
atau prosentase, dan volume.
Kata kerja tindakan : Evaluating, Reducing, Increasing, Presenting
Istilah unik bidang pekerjaan : service
quality, churn rate, customer growth rate, service product information, potential
clients
Metrik angka : 25%, 15%, 20, 10, a
month
Bila ternyata proses rekrutmen tidak menggunakan ATS, apakah
pola kalimat seperti itu berpengaruh meningkatkan peluang dipanggil interview?
Silakan baca lagi dua kalimat contoh pertama, bandingkan
dengan dua kalimat contoh kedua. Bisa Anda RASAKAN bedanya? Itulah yang
DIRASAKAN recruiter atau manajer HR.
Sampai
saat ini masih banyak orang yang menyarankan untuk membuat surat lamaran
kerja menggunakan tulisan tangan. Banyak sekali artikel di blog internet tentang
‘cara membuat
surat lamaran kerja yang baik dan benar’
yang menyampaikan bahwa lebih baik menulis surat lamaran
kerja secara manual atau tulis tangan dibanding dalam bentuk print out. Mereka memiliki beberapa
alasan mengapa lebih baik membuat surat lamaran
kerja secara manual atau tulis tangan :
a.Menulis
surat lamaran kerja dengan tulisan tangan menunjukkan keseriusan melamar kerja,
karena harus ditulis satu persatu.
b.Perusahaan
lebih suka menerima surat lamaran kerja yang ditulis tangan, bukan diketik atau
printout.
c.Tulisan
tangan dalam surat lamaran kerja bisa digunakan perusahaan untuk menilai
karakter sang pelamar. Dengan menggunakan ilmu graphology goresan tulisan bisa
menunjukkan karakter penulisnya. Dengan cara ini pihak perusahaan sudah
melakukan seleksi awal psikologi.
d.Surat
lamaran kerja yang ditulis tangan lebih mengesankan dan personal (personal
approach)
Benarkah
surat lamaran kerja yang ditulis tangan lebih baik dibanding yang diketik?
Benarkah surat lamaran kerja yang menggunakan tulisan tangan mampu meningkatkan
peluang diterima kerja?
Mari
kita lihat faktanya...
Fakta
pertama; Membuat surat lamaran kerja
harus serius dan bersungguh-sungguh dengan diketik maupun ditulis tangan.
Seorang
pencari kerja harus berupaya maksimal dalam membuat surat lamaran kerja. Dia
harus membuat setiap surat lamaran kerja dengan perhatian penuh untuk setiap
perusahaan, tidak asal menyalin atau copy-paste.
Bisa jadi meskipun membuat dengan tulisan tangan, seorang pelamar kerja asal
menulis sebanyak-banyaknya surat lamaran kerja dengan mencontek surat lamaran
milik orang lain dan hanya mengganti sebagian data. Sebaliknya, meskipun dengan
cara mengetik, tidak tulis tangan, seorang pelamar kerja sangat serius membuat
surat lamaran kerja satu-persatu untuk setiap perusahaan. Upaya mengetik surat lamaran kerja dengan perhatian
penuh, kemudian berusaha mencetaknya untuk hasil printout yang terbaik, bahkan
harus ke tempat jasa cetak/printout, adalah tanda seseorang memiliki
kesungguhan dan keseriusan dalam melamar kerja. Hasil berupa surat lamaran
kerja yang menarik yang harus dinilai sebagai keseriusan dan kesungguhan dalam
melamar kerja, baik diketik maupun tulis tangan.
Fakta kedua; Sekarang,
banyak perusahaan yang hanya mau menerima surat lamaran kerja melalui email,
dan hampir tidak ada yang mensyaratkan untuk mengirim surat lamaran kerja
dengan ditulis tangan.Suatu informasi yang tidak tepat bila
disampaikan bahwa banyak perusahaan lebih suka surat lamaran kerja tulis tangan.
Bahkan banyak juga perusahaan yang hanya
membutuhkan curriculum vitae, tanpa surat lamaran kerja. Beberapa perusahaan
besar menyediakan aplikasi untuk mengunggah curriculum vitae di website resmi
perusahaannya, atau kolom-kolom yang harus diisi informasi oleh para pelamar
kerja. Kecenderungan menerima lamaran kerja secara online pada perusahaan-perusahaan
besar dikarenakan lebih banyak manfaat yang didapat perusahaan dibanding
menerima lamaran kerja secara offline, antara lain :
·Menunjang gerakan paperless,
gerakan mengurangi penggunaan kertas sebagai bagian dari gerakan penyelamatan
alam.
·Lebih mudah dan cepat melakukan perekaman data ke dalam database
perusahaan.
·Lebih mudah melakukan seleksi kandidat karyawan yang dipilih untuk
mengikuti proses rekrutmen selanjutnya.
·Lebih hemat, karena pada proses selanjutnya dalam berkomunikasi
dengan calon karyawan cukup menggunakan email, tanpa harus mengeluarkan biaya
kurir atau pos konvensional.
Manfaat
yang besar menggunakan sistem online
dalam menerima lamaran kerja membuat para perusahaan jasa rekrutmen yang disewa
perusahaan juga memilih menggunakan cara online dalam melakukan rekrutmen.
Surat
lamaran kerja yang ditulis tangan bisa berpotensi menyulitkan petugas HRD yang
membacanya, bila tulisan tidak standard atau susah dibaca. Petugas HRD pasti
lebih suka dan nyaman membaca surat lamaran kerja yang diketik rapi,
menggunakan ukuran font yang tidak terlalu kecil dan mudah dibaca, di atas
kertas yang rapi dan bersih, dibanding surat lamaran kerja yang ditulis tangan
dengan ukuran huruf yang tidak standard dan bentuk yang sulit dikenali.
Namun,
menilai karakter pelamar kerja berdasarkan goresan tulisan tangan pada surat
lamaran kerja sangatlah tidak tepat dan kurang bijak. Tidak semua pelamar kerja
bisa menulis dengan huruf yang rapi dan mudah dibaca. Memang benar bahwa
penilaian karakter seseorang dari goresan tulisan tangan tidak berdasarkan
kerapian atau jelas tidaknya tulisan dibaca, tapi surat lamaran kerja dengan
tulisan tangan yang sulit dibaca akan memiliki peluang yang rendah untuk bisa
lulus seleksi berdasarkan konten atau data. Surat lamaran kerja milik pelamar
kerja yang tidak bisa menulis dengan rapi dan mudah dibaca akan tersisih
sebelum sampai pada penilaian karakter berdasarkan goresan tulisan. Akhirnya, agar bisa mengirim surat lamaran
kerja yang lebih rapi dan mudah dibaca, para pelamar kerja tersebut meminta
bantuan orang lain untuk menuliskan surat lamaran kerjanya. Bila itu terjadi,
maka hasil penilaian karakter berdasarkan goresan tulisan tangan menjadi tidak
valid.
Bila
perusahaan ingin melakukan penilaian karakter kandidat karyawannya dengan
metode graphology, lebih baik dan bijak tidak menggunakan surat lamaran kerja.
Para pelamar kerja yang terpilih sebaiknya dipanggil dan disuruh menuliskan
sesuatu di depan petugas, sehingga bisa dipastikan bahwa goresan tulisan tangan
benar-benar milik yang bersangkutan, dan perusahaan tidak kehilangan peluang
mendapatkan karyawan yang memiliki potensi tinggi namun tulisan tangannya sulit
dibaca.
Fakta
keempat; Surat lamaran kerja yang mengesankan personal adalah yang ditulis
khusus secara spesifik untuk suatu perusahaan, diketik maupun ditulis tangan. Meskipun
ditulis tangan tapi isinya sama untuk banyak perusahaan, tidak akan membuat
surat lamaran kerja terkesan personal. Kesan personal dalam suatu surat lamaran
kerja sangat tergantung isinya. Untuk membuat surat lamaran kerja yang
mengesankan personal, seorang pelamar kerja harus banyak mengetahui informasi
tentang perusahaan yang kemudian menggunakannya sebagai isi surat lamaran
kerja. Isi surat lamaran kerja yang dia tulis akan berbeda untuk perusahaan
yang berbeda.
Dari
beberapa fakta di atas kita dapat menemukan kebenaran bahwa surat lamaran kerja
dengan ditulis tangan tidak lebih baik dari surat lamaran kerja yang diketik
atau printout. Bahkan dalam beberapa
hal surat lamaran kerja yang ditulis tangan menyebabkan kurang efektif dan
merugikan.
Isinya harus
berisi informasi yang sesungguhnya, sehingga pelamar kerja harus membuat sesuai
keadaan dirinya, bukan berdasarkan contoh dari teman atau internet.
·Nyaman dibaca
Bila diketik
gunakan font yang sederhana dan mudah dibaca, menggunakan spasi satu sampai
satu setengah.
·Menarik
Boleh
menambahkan ornamen dan warna, namun tidak terlalu ramai, sekedar membuat surat
lamaran terlihat lebih segar dan indah
·Tidak lebih dari satu halaman yang persuasif
Surat lamaran
kerja tidak lebih dari satu halaman, yang berisi kalimat-kalimat persuasif
mengandung selling point. Bila
memiliki banyak selling point,
masukkan yang point-nya paling tinggi
ke dalam surat lamaran kerja, sisanya cantumkan dalam curriculum vitae.
Surat lamaran kerjadan resume/Curriculum Vitae adalah media yang Anda
gunakan paling awal untuk berkomunikasi dengan perusahaan. Keberhasilan Anda
dalam proses rekrutmen sangat ditentukan oleh hasil dari usaha Anda membuat dan
mengirimkan surat lamaran kerja. Usaha mengirimkan surat lamaran kerja dianggap
sukses bila Anda dihubungi pihak perusahaan untuk mengikuti proses rekrutmen
selanjutnya.
Selain untuk membuat petugas penyeleksi karyawan tertarik
atau berminat kepada Anda, surat lamaran kerja dan resume/CV yang baik juga
bisa menjadi bahan pertanyaan petugas pewawancara kerja. Tugas dari petugas
pewawancara kerja adalah mengenal, memahami, dan menilai Anda lebih dalam.
Bila dipandang dari sisi petugas pewawancara, membuat
pertanyaan tidaklah mudah. Mereka harus membuat pertanyaan-pertanyaan yang bisa
menggali informasi sebanyak mungkin dari kandidat karyawan, yang sangat cukup untuk membuat penilaian, pertimbangan, dan
keputusan. Surat lamaran kerja yang sangat informatif, berisi informasi-informasi
yang dibutuhkan perusahaan, akan menjadi bahan atau inspirasi petugas
pewawancara dalam membuat pertanyaan-pertanyaan wawancara kerja. Selain
pertanyaan-pertanyaan standard, petugas pewawancara kerja akan mudah membuat
daftar pertanyaan berdasarkan surat lamaran kerja Anda karena memang mereka
memang ingin menilai dan menimbang Anda. Surat lamaran kerja Anda yang baik
akan membantu meringkankan tugas petugas pewawancara.
Apa keuntungannya bagi Anda?
Tentu saja Andalah yang sebenarnya paling diuntungkan bila petugas
pewawancara kerja mengajukan pertanyaan berdasarkan surat lamaran kerja dan
resume/CV. Bukankah Anda sendiri yang membuat surat lamaran kerja dan menyusun
resume/CV? Bukankah yang tertulis adalah tentang diri Anda yang sebenarnya,
dengan versi terbaik dan sesuai bagi perusahaan? Bukankah persiapan menjawab
pertanyaan wawancara kerja juga berdasarkan surat lamaran kerja dan resume/CV
yang Anda kirimkan?
Buatlah surat lamaran kerja dan resume/CV yang padat dan
informatif. Setiap kali Anda menulis, pastikan berisi informasi yang sesungguhnya
(fakta,jujur), yang sesuai kebutuhan perusahaan, yang bisa dikembangkan menjadi
pertanyaan-pertanyaan dan Anda siapkan jawabannya. Bila membutuhkan bantuan memiliki curriculum vitae yang padat, informatif, komunikatif, dan penuh selling point silakanhubungi :
Ada banyak yang mencari Contoh Curriculum Vitae (CV) Yang Baik – dengan menggunakan google. Memang saat anda mengirimkan surat lamaran kerja tentu anda juga harus mengirimkan daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV) dalam satu amplop.
Hal ini bisa dipahami karena memang daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV) adalah ruh saat anda melamar sebuah pekerjaan. Ketika daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV) yang anda buat tidak menarik baik dari segi tampilan maupun isi – tentu akan mengurangi peluang anda untuk dihadirkan dalam tahap berikutnya yaitu wawancara kerja.
Tidak semua orang tahu dan bisa bagaimana membuat CV dan membuat daftar riwayat hidup yang baik dan benar. Meski tidak ada aturan baku tentang bagaimana mendesaian CV dan daftar riwayat hidup secara baik akan tetapi memang diperlukan usaha agar CV atau daftar riwayat hidup anda terlihat menonjol dibandingkan dengan CV yang dikirimkan oleh pelamar lainnya.
Jika anda merasa kesulitan untuk membuat CV yang baik dan membuat surat lamaran kerja yang baik maka anda tidka perlu khawatir karena sudah ada sebuah situs yang siap membantu anda membuat CV yang baik dan membuat daftar riwayat hidup yang baik dan membuat surat lamaran kerja,
Apa nama situs itu?
Beberapa waktu lalu kami informasikan sebuah tawaran menarik dari Jasa Ghost Writer yaitu promo selama bulan Juni 2014 , tetapi mungkin ada saja dari anda yang terlewat mengetahuinya dan tidak mendapatkan peluang tersebut, tetapi jangan khawatir! Kali ini manajemen Jasa Gosht Writer masih memberikan kesempatan pada calon pelanggan untuk mendapatkan PROMO Ramadhan Sale : Diskon Besar untuk CV / Resume dan Pembuatan Surat Lamaran Kerja, . Mengapa jangan anda lewatkan begitui saja kesempatan ini? Karena tarif yang ditawarkan sama dengan tarif promo bulan Juni 2004 yang lalu, yaitu hanya Rp. 200.000,- .
untuk Pembuatan Curriculum Vitae (CV)/ Resume dan Surat Lamaran, untuk Paket Regular Dua Bahasa - Sekali lagi yang namanya promo pasti waktunya terbaras, makanya jangan sia-siakan kesempatan ini! Segera kirim data Anda via form inike :
order@jasaghostwriter.net
dan
jasaghostwriter@yahoo.com
mail
subject :
RP2014-[nama Anda].
Oh ya, ada yang hampir terlewat!
Ada diskon besar bagi 20 pengirim pertama, karena anda cukup investasi sebesar Rp. 100.000,-Ingat harga normal Paket Regular Dua Bahasa adalahRp. 350.000,- Adapun fasilitas yang akan anda peroleh adalah:
CV/ Resume dan Surat Lamaran (Cover Letter) dan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris masing-masing 1 halaman (total 4 halaman)