Tampilkan postingan dengan label tips wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips wawancara. Tampilkan semua postingan

Langkah Awal yang Kurang Diperhatikan Job Hunter : Riset Perusahaan yang Akan Dilamar

Jumat, Desember 09, 2022 Add Comment
cara melamar kerja
 Bingung mencari kerja

Langkah awal terpenting yang seringkali dilewatkan oleh para job hunter adalah : riset informasi perusahaan yang dituju. Bila pun melakukan pencarian informasi, kebanyakan job hunter hanya cukup sampai pada posisi lowongan kerja yang ditawarkan dan alamat perusahaan.

Informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda dalam beberapa hal berikut ini:

  • Mengetahui apa yang diharapkan dari Anda: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut. Ini akan membantu Anda mengatur prioritas dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.
  • Mempersiapkan diri untuk wawancara kerja: Informasi tentang perusahaan juga akan membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja. Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan pertanyaan yang relevan dan mempersiapkan jawaban yang tepat.
  • Menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut: Menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset tentang perusahaan akan menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut, dan bahwa Anda siap bekerja keras untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
  • Membantu Anda membuat keputusan: Informasi tentang perusahaan akan membantu Anda membuat keputusan tentang apakah Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan tersebut dan apakah perusahaan tersebut sesuai dengan nilai-nilai dan prioritas Anda.
  • Menunjukkan profesionalisme: Melakukan riset tentang perusahaan yang akan dilamar juga akan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang profesional yang serius dan siap bekerja keras untuk mencapai tujuan Anda.

Dengan demikian, informasi tentang perusahaan yang akan dilamar sangat penting karena akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda, mempersiapkan diri untuk wawancara kerja, menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan pekerjaan tersebut, membantu Anda membuat keputusan, dan menunjukkan profesionalisme.

Untuk mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Kunjungi situs web perusahaan: Banyak perusahaan memiliki situs web yang menyajikan informasi tentang sejarah perusahaan, produk dan layanan yang ditawarkan, serta struktur organisasi perusahaan.
  2. Baca laporan tahunan perusahaan: Laporan tahunan perusahaan biasanya tersedia di situs web perusahaan atau dapat diunduh dari situs entitas penyedia informasi keuangan seperti Yahoo Finance atau Bloomberg. Laporan tahunan menyajikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan, serta rencana strategis untuk masa depan.
  3. Telusuri berita terkait perusahaan: Anda dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari berita terkait perusahaan yang akan dilamar. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut, serta bagaimana perusahaan tersebut dianggap oleh publik dan industri.
  4. Bicara dengan orang yang bekerja di perusahaan: Jika Anda mengenal seseorang yang bekerja di perusahaan yang akan dilamar, maka tanyakanlah kepada mereka tentang bagaimana kondisi kerja di perusahaan tersebut, serta apa yang mereka sukai dan tidak sukai tentang bekerja di sana. Ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kultur kerja di perusahaan tersebut.
  5. Ikuti perusahaan di media sosial: Perusahaan seringkali membagikan informasi tentang kegiatan perusahaan di akun media sosial seperti Twitter, Facebook, dan LinkedIn. Ini dapat menjadi sumber informasi yang baik tentang apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut.

Sekali lagi harus dipahami bahwa mencari informasi tentang perusahaan yang akan dilamar adalah salah satu langkah penting dalam proses lamaran kerja. Ini akan membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan dari Anda jika Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut, serta membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara kerja.






Job Hunting Center Goes to Politeknik Negeri Malang

Senin, Oktober 23, 2017 Add Comment
Cara Membuat Curriculum Vitae yang Baik dan Benar

Pada tanggal 26 September 2017 Tim JHC (Job Hunting Center) diundang dan mendapat kesempatan memberikan kuliah tamu di hadapan mahasiswa dan alumni (yang baru lulus) Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital Politeknik Negeri Malang bertajuk “Kuliah Tamu Peningkatan Peluang Kerja – Prospek dan Kompetensi Sarjana Telekomunikasi Dalam Rangka Menghadapi MEA”.

Selama ini JHC sering sekali mendapati, melalui online atau saat chatting, sikap-sikap para lulusan sekolah baik SMA-SMK maupun sarjana yang menunjukkan kesadaran dan pemahaman yang rendah tentang strategi menghadapi dunia kerja. Padahal dalam postingan-postingan di Jobhuntingcenter.com JHC sudah sangat banyak membahas tentang itu yang lengkap dengan solusi dalam bentuk langkah konkrit.
Dari situlah JHC menyadari bahwa tidak cukup hanya berbagi secara online kepada warga net tentang strategi memenangkan persaingan menembus dunia kerja, tapi juga harus berbagi secara offline kepada masyarakat nyata khususnya para siswa dan yang baru lulus sekolah/kuliah. Hal itu semakin mendesak dengan dimulainya era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang membuka peluang besar terjadinya persaingan antar skilled labour (tenaga berketerampilan) di antara negara-negara ASEAN dalam mendapatkan pekerjaan yang terbaik.

Bila lembaga pendidikan Anda, baik SMK maupun Perguruan Tinggi, ingin menghadirkan Job Hunting Center di sekolah/kampus sebagai rangkaian Job Hunting Center Goes Offline to School/Campus silakan hubungi 081 555 88 2600 (call/WA).

Cara membuat curriculum vitae


Pada kesempatan itu, JHC  mengawali ‘kuliah tamu’ dengan menampilkan klip video Iwan Fals. Sebelumnya JHC menyampaikan bahwa sulitnya mencari kerja itu bukan terjadi pada akhir-akhir ini saja, saat adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), tapi sudah ada sejak dulu, tepatnya pada tahun 1981 saat lagu “Sarjana Muda” diluncurkan Iwan Fals. JHC bersama-sama peserta kemudian menonton Klip Video tersebut. 
Lirik lagu “Sarjana Muda” :


Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Reff I :

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban

Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat

Reff II :

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku

Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."

Setelah menonton video, JHC menyampaikan fakta bahwa ternyata sikap-sikap yang ditunjukkan oleh ‘sang sarjana muda’ dalam klip tersebut adalah ciri-ciri seorang pencari kerja yang memiliki peluang kecil diterima kerja karena tidak disukai penyedia pekerjaan.
Sikap-sikap itu, yang harus dihindari oleh para job hunter adalah :
·                        Lusuh
Tidak ada perusahaan yang menyukai orang yang berpenampilan lusuh. Orang yang lusuh identik dengan pemalas, yang enggan merawat diri dan penampilan. Kalau merawat diri saja malas, mana bisa dia melaksanakan tugas dari perusahaan dengan baik.
·                        Wajah murung
Wajah murung memancarkan aura negatif, tidak menguntungkan perusahaan. Dalam persaingan usaha yang sangat ketat saat ini kualitas pelayanan menjadi andalan perusahaan untuk memenangkannya. Salah satu syarat utama pelayanan prima adalah keramahan.
·                        Langkah gontai tak terarah
Langkah gontai tak terarah adalah sikap orang yang tidak memiliki tujuan jelas. Tidak ada perusahaan yang tertarik pada orang yang tidak punya tujuan jelas.
·                        Resah
Orang yang resah tidak mungkin bisa produktif. Semua perusahaan pasti mencari orang-orang yang produktif sebagai karyawannya.
·                        (Hanya) Mengandalkan ijazah
Untuk sebagaian besar perusahaan, memang ijazah digunakan untuk seleksi awal proses rekrutmen. Tapi setelah itu, dan porsinya jauh lebih besar, adalah seleksi kompetensi dan sikap. Orang yang hanya mengandalkan ijazah karena tidak punya (atau tidak sadar bila memiliki) kompetensi.

JHC juga menyampaikan pada zaman sekarang, zaman komunikasi digital, bukan lagi zaman sarjana berjalan dari pintu ke pintu perusahaan untuk melamar kerja. Tapi sarjana harus mampu membuat dirinya ditemukan oleh perusahaan.

JHC meyakinkan semua peserta kuliah tamu bahwa dalam mencari pekerjaan mereka jangan bersikap sebagai pengemis pekerjaan, tapi sarjana berkualitas yang menawarkan kerjasama saling memberi manfaat dengan perusahaan. (Silakan baca : Beda Antara PencariKerja dengan Pengemis Kerja).
Agar mudah ditemukan oleh perusahaan para pencari kerja harus menggunakan strategi yang efektif. Fasilitas untuk menjalankannya sudah tersedia dan dimiliki oleh 99% Mahasiswa/Siswa/Sarjana, yaitu gadget : Smartphone, Tab, PC, Notebook, Laptop, dan media digital lainnya. Sayangnya hanya sebagian kecil dari pencari kerja yang menggunakan gadget-nya untuk menjalankan strategi memenangkan persaingan mendapatkan pekerjaan idaman. Sebagaian besar pencari kerja, yang sebenarnya sangat membutuhkan pekerjaan, hanya menggunakan gadgetnya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat bagi masa depan mereka seperti main game, chatting yang tidak penting, baca berita-berita hoax dan ikut menyebarkannya, selfi, dan lain-lain.

JHC menggugah kesadaran para peserta kuliah tamu untuk berubah lebih perhatian dan fokus terhadap masa depannya. Masa depan tergantung masing-masing orang, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakannya sendiri. Meskipun tidak ada kata terlambat, semakin awal menyiapkan masa depan semakin bagus hasil yang akan didapatkan.
Aturan ini berlaku tidak hanya untuk yang ingin jadi karyawan, tapi juga berlaku bagi yang ingin menjadi praktisi pengajar/dosen, juga untuk yang ingin menjadi entrepeneur-berwirausaha.

Ingin menjadi apapun setelah lulus sekolah/kuliah harus mau dan mampu menjalankan strategi memenangkan persaingan, dan gadget mempermudah menjalankan strategi itu.

Lebih lengkapnya JHC menyampaikan Strategi Memenangkan Persaingan Menembus Dunia dibagi menjadi 3 sub tema :

·        Strategi Menyerang
Dalam sesi ini JHC mengupas tentang :
o   Strategi komunikasi dalam CV dan surat lamaran kerja
o   Format Curriculum vitae yang baik
o   Memasarkan diri melalui Sosial Media
·        Strategi Menjadi Pemenang
Dalam sesi ini JHC mengupas tentang persiapan menghadapi wawancara kerja :
o   Persiapan mental
o   Persiapan fisik-penampilan
o   Persiapan kemampuan komunikasi
o   Persiapan menjawab pertanyaan
·        Aksi di Medan Persaingan
Dalam sesi ini JHC mengupas tentang apa yang harus dilakukan saat menghadiri wawancara kerja :
o   Barang-barang yang harus dibawa
o   Aksi di ruang tunggu
o   Aksi memasuki ruang wawancara kerja
o   Aksi saat wawancara kerja
o   Aksi setelah wawancara kerja


Selama berlangsungnya acara kuliah tamu JHC membagikan 3 voucher gratis pembuatan curriculum Vitae dalam Bahasa Inggris kepada 3 orang yang bertanya atau yang menjawab pertanyaan. Di akhir acara JHC juga mengumumkan fasilitas harga spesial khusus untuk lulusan Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital Polinema tahun 2016 dan 2017 yang berlaku sampai akhir November 2017.
Jasa pembuatan curriculum vitae

Kunci Sukses Wawancara Kerja :7 Tips Membangun Hubungan dengan Pewawancara

Minggu, Mei 22, 2016 Add Comment
Keberhasilan Anda membangun hubungan dengan pewawancara sangatlah menentukan proses wawancara kerja. Tidak bisa dipungkiri bahwa unsur subyektifitas dalam proses wawancara kerja sangatlah tinggi. Suasana hati pewawancara terhadap Anda sangatlah menentukan hasil akhir wawancara kerja.

Anda harus bisa membuat pewawancara merasa nyaman berbicara dengan Anda selama proses wawancara kerja. Karena itu, upaya membangun hubungan ini harus Anda lakukan sejak awal bertemu. Kesan pertama yang dirasakan pewawancara terhadap Anda sangatlah penting.

Sebaliknya, kegagalan membangun hubungan baik dengan pewawancara akan membuat segala keunggulan dan potensi yang Anda miliki menjadi tidak berarti. Sehebat apapun keunggulan tidak akan akan dianggap oleh pewawancara bila tidak menyukai Anda. List panjang pengalaman akan sia-sia saat pewawancara merasakan kesan yang buruk bertemu dengan Anda.

Kemampuan membangun hubungan dengan pewawancara harus Anda kuasai dengan baik. Anda harus mempelajari, memahami, dan melatihnya.
Berikut tips untuk membangun hubungan dengan pewawancara saat wawancara kerja :


1.      Tenang dan relax sejak awal.
Sebelum melewati pintu ruangan wawancara kerja Anda harus sudah dalam kondisi tenang dan relax. Memang wajar dan manusiawi bila  Anda tegang dan nervous menghadapi wawancara kerja, tapi harus segera Anda atasi. Cara menurunkan ketegangan saat wawancara kerja sudah kami ulas di sini.
Emosi bisa menular melalui pancaran. Ketegangan Anda akan memancar dan dirasakan oleh pewawancara sehingga membuat dia/mereka juga merasa tidak nyaman. Sebaliknya, sikap dan kondisi tenang Anda akan membuat perasaan dia/mereka juga tenang dan nyaman.

2.    Menyapa dengan hangat
Senyum adalah suatu keharusan, dan senyumlah dengan hangat. Latihlah senyum Anda di depan cermin berkali-kali sebelum hari wawancara kerja. Pastikan senyum Anda adalah yang terbaik, tidak dipaksakan pun tidak terlalu berlebihan, dan sekali lagi Anda harus merasa nyaman dengan senyum itu.
Segera sapa pewawancara yang ada dalam ruangan begitu Anda berada dalam ruangan wawancara kerja. Pastikan mulut Anda berkata dengan artikulasi yang jelas, suara bisa didengar oleh semua orang dalam ruangan itu, edarkan pandangan kepada mata pewawancara. Menyapa dengan suara lirih tanpa menggerakkan bibir seutuhnya akan terkesan menggumam yang tidak tulus. Sapaan yang hangat adalah moment terbaik Anda untuk memberi kesan pertama yang baik kepada pewawancara. Selengkapnya tentang sikap saat masuk ruangan wawancara kerja bisa dibaca di sini.
Setting pikiran bahwa Anda sedang bertemu dengan orang-orang hebat dan baik yang siap membantu mensukseskan kehidupan karir masa depan. Ini sangat penting karena apapun yang Anda pikirkan itulah yang terpancar dan pewawancara rasakan.

3.     Menjabat tangan bila memungkinkan
Jabat tangan pewawancara dengan tegas tapi lembut, bila memungkinkan. Kontak fisik Anda dengan pewawancara akan membantu membangun hubungan emosi. Tapi Anda harus mengenali kondisi ruangan. Jangan memaksakan berjabat tangan bila tidak memungkinkan, karena akan membuat pewawancara merasa tidak nyaman.
Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan berjabat tangan :
·        Anda dan pewawancara dipisahkan meja besar sehingga harus berjalan memutar untuk berjabat tangan.
·        Pewawancara sedang sibuk melakukan sesuatu saat Anda masuk ruangan
·        Pewawancara menolak berjabat tangan
Bila itu terjadi Anda bisa mengganti dengan gerakan salam yang lain seperti menangkupkan dua tangan di depan dada, atau agak menunduk hormat, atau menggabungkan keduanya. Persiapkan dan latih gerakan itu sebagai antisipasi sehingga ketika harus terjadi  Anda mampu melakukannya dengan sikap yang luwes.
Pertahankan senyum dan kontak mata saat berjabat tangan. Sebutkan nama Anda dengan tegas dan jelas saat berjabat tangan, dan pastikan pewawancara bisa mendengarnya. Biasanya pewawancara akan balas menyebutkan nama, bila itu terjadi pastikan Anda bisa menirukan menyebut nama dia /mereka.

4.    Mengetahui nama pewawancara
Anda bisa mengetahui nama pewawancara pada saat berjabat tangan, atau pewawancara mengenalkan diri sebelum memulai wawancara kerja. Tapi bila itu tidak terjadi Anda harus bertanya saat akan menjawab pertanyaan pertama. Anda juga bisa menanyakan nama-nama pewawancara kepada petugas perusahaan bagian penerimaan sebelum giliran masuk ke ruang wawancara kerja.
Pastikan Anda bisa menyebutkan nama mereka dengan benar. Bila Anda ragu sebutkan nama mereka sebagai konfirmasi, atau minta dengan sopan agar mereka mengulangnya tapi jangan lebih dari sekali.
Sepanjang wawancara kerja Anda harus sering menyebutkan nama pewawancara. Hal ini akan membangun hubungan personal antara Anda dengan dia/mereka.

5.     Menjaga kontak mata
Sangat penting menjaga kontak mata saat wawancara kerja.
Alasannya secara lengkap kami ulas di artikel : 5 Alasan Harus Menjaga Kontak Mata saat Wawancara Kerja.
Kontak mata adalah unsur terpenting untuk membangun hubungan dengan seseorang. Cara melakukan kontak mata yang tepat akan sangat mempengaruhi kualitas hubungan dengan pewawancara. tidak semua pandangan mata adalah termasuk kontak mata yang bermanfaat. Tentang pandangan mata yang salah bisa dibaca di : 3 Pandangan Mata yang Salah dalam Wawancara Kerja

6.    Antusias
Sikap Anda harus selalu semangat dan antusias saat wawancara kerja. Dengarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan seksama, fokus, dengan tatapan yang antusias. Sekali lagi, apa yang ada dalam pikiran Andalah yang terpancar dan pewawancara rasakan. Karena itu harus setting pikiran saat mendengarkan pertanyaan wawancara kerja bahwa Anda sedang mendengarkan sesuatu yang istimewa.
Begitu pula saat menjawab pertanyaan. Settinglah pikiran bahwa Anda sedang menawarkan sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan perusahaan. Pastikan Anda berbicara dengan artikulasi yang jelas, Anda harus melakukan latihan sesering mungkin sebelum hari wawancara kerja (bisa baca artikel tentang latihan komunikasi di 5 Latihan Komunikasi untuk Persiapan Menghadapi Wawancara Kerja ).
Anda juga harus menunjukkan sikap antusias tertarik terhadap perusahaan. Karena itu sangat penting untuk mempelajari segala informasi tentang perusahaan sebelum hari wawancara kerja (tipsnya bisa dibaca di sini). Saat mendapat kesempatan bertanya, gunakan sebaik mungkin untuk bertanya tentang perusahaan sehingga lebih menguatkan kesan antusiasme Anda untuk bergabung dalam perusahaan.

7.     Bagi perhatian kepada pewawancara bila lebih dari satu
Anda harus mengedarkan pandangan/kontak mata ke seluruh pewawancara dalam ruangan. Saat salah satu mengajukan pertanyaan, Anda fokus kepadanya. Tapi saat menjawab pertanyaan, secara bergantian Anda bagikan perhatian ke seluruh pewawancara. Pandanglah mata para pewawancara secara bergantian dengan perlahan. Anda harus membangun hubungan dengan seluruh pewawancara, jangan ada yang terlewat, meskipun porsinya kemungkinan tidak bisa benar-benar merata.

Selain 7 hal di atas, penampilan Anda yang profesional juga sangat penting untuk membangun hubungan dengan pewawancara kerja. Penampilan luar juga sangat mempengaruhi kesan pertama. Penampilan yang terlalu atraktif akan membuat pewawancara lebih mengingat pakaian dan asesori dibanding keunggulan Anda, suatu hal yang konyol. Kesalahan setting pakaian dan asesori akan membuat pewawancara tidak nyaman berhadapan dengan Anda.  Selengkapnya bisa dibaca di 6 Hal Tentang Penampilan yang Mengesankan Profesionalitas saat Wawancara Kerja

Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja tentang Gaji pada Perusahaan Moderat

Senin, Juni 22, 2015 Add Comment
Dalam artikel “Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja tentang Gaji” dibahas tentang dua jenis perusahaan yang memiliki pandangan berbeda tentang hak meminta gaji bagi calon karyawan. Dalam artikel tersebut juga sudah dibahas tentang tips menjawab pertanyaan tentang gaji saat wawancara kerja pada perusahaan konservatif.

Dalam artikel ini kita akan melanjutkan pembahasan dengan tips menjawab pertanyaan tentang gaji saat wawancara kerja pada perusahaanmoderat.

Sebagian besar perusahaan swasta murni adalah termasuk jenis perusahaan moderat. Pada perusahaan jenis ini gaji sangat variatif tergantung level posisi pekerjaan dan tingkat kemampuan atau kapasitas karyawan. Sebagian perusahaan milik Negara, atau BUMN, pada level jabatan  tertentu juga sudah mulai menerapkan penetapan gaji berdasarkan kompetensi pemangku jabatan, sehingga pada level posisi yang sama gajinya bisa berbeda.

Perusahaan jenis ini akan menggaji karyawan berdasarkan permintaan sang calon karyawan selama calon karyawan tersebut memiliki sesuatu yang menguntungkan perusahaan. Meskipun Anda memiliki keterampilan yang sangat menguntungkan perusahaan, tetapi Anda meminta gaji tidak terlalu tinggi, maka sebesar itu pula perusahaan menggaji Anda.

Bila Anda akan menghadapi wawancara kerja pada perusahaan moderat :

1.      Lakukan riset besaran gaji berdasarkan posisi/jabatan
Saat ini riset seperti ini mudah dilakukan dengan banyaknya informasi yang beredar di internet. Bila Anda tidak menemukan besaran gaji pada posisi dalam perusahaan yang mengadakan wawancara kerja, Anda bisa mencarinya pada posisi yang sama di perusahaan lain yang sejenis.

2.    Lakukan riset besaran gaji berdasarkan kompetensi Anda.
Selain berdasarkan posisi, Anda juga perlu mengumpulkan informasi besaran gaji berdasarkan kompetensi, keahlian, keterampilan, dan kualifikasi. Apalagi bila Anda memiliki keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, dan jarang orang yang memiliki keterampilan tersebut.

3.    Pelajari kekuatan finansial perusahaan
Memang Anda tidak mungkin melakukan riset mendalam tentang kekuatan finansial perusahaan yang memanggil Anda, tapi secara sederhana Anda bisa membuat penilaian. Perhatikan jenis produk perusahaan, pasar produk perusahaan, penampakan fisik perusahaan, kesejahteraan karyawan. Hasil pengamatan Anda ini sebenarnya juga bisa digunakan untuk bahan pertimbangan perlu tidaknya menghadiri undangan wawancara kerja.

4.    Dapatkan informasi sebanyak-banyaknya
Kumpulkan informasi point 1-3 sebnayk-banyaknya, masukkan dalam sebuah table, dan buat kisaran gaji yang Anda inginkan berdasarkan data-data tersebut.

Selain berdasarkan data-data yang sudah Anda dapatkan, gaji yang Anda minta juga berdasarkan tingkat kebutuhan mencari kerja :

a.     Harus secepatnya bekerja, secepatnya pindah kerja
Pada tingkat ini Anda sedang dalam kondisi kritis, harus segera bekerja karena sudah lama menganggur dan butuh penghasilan, atau dalam posisi kerja saat ini sangat tidak nyaman sehingga Anda sudah tidak tahan lagi bekerja lebih lama. Pada tingkat ini Anda sebaiknya minta gaji pada range terendah dari data yang ada.

b.    Mendapatkan pekerjaan yang sesuai
Pada tingkat ini Anda menginginkan pekerjaan yang sesuai keterampilan dan kualifikasi, tidak terlalu berharap gaji tinggi. Anda bisa minta gaji pada kisaran tengah dari data yang ada.

c.     Mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, yang terbaik.
Anda menginginkan pekerjaan dengan gaji dan kesejahteraan yang tinggi. Meskipun Anda sedang tidak punya pekerjaan tetap tapi kebutuhan hidup sudah tercukupi dari berbagai sumber pendapatan sehingga tidak terdesak untuk segera bekerja, punya waktu untuk memilih-milih perusahaan yang bersedia memberi gaji tinggi. Atau Anda sudah bekerja pada posisi yang nyaman dengan gaji yang cukup memuaskan, dan ingin mendapatkan gaji lebih tinggi. Pada tingkat ini Anda bisa minta gaji pada kisaran tertingi, atau bahkan lebih tinggi.

Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja tentang Gaji

Kamis, Maret 19, 2015 Add Comment
Pertanyaan tentang gaji dalam wawancara kerja dianggap sebagai pertanyaan dengan jawaban yang paling sulit oleh para pencari kerja. Mereka menganggap pertanyaan tentang gaji adalah pertanyaan yang sensitif, perlu berhati-hati dalam menjawabnya.

Sebelum membahas jawabannya, mari kita bahas dulu jenis-jenis perusahaan berdasarkan alasan mengajukan pertanyaan tentang gaji dalam wawancara kerja :

1.     Konservatif
Perusahaan jenis ini sebenarnya sudah memiliki standard baku tentang gaji karyawan sesuai levelnya. Anda akan menerima gaji sesuai posisi yang akan Anda masuki yang sudah ditentukan, apapun jawaban Anda. Ada beberapa alasan petugas pewawancara di perusahaan jenis ini mengajukan pertanyaan tentang gaji :

-    Sekedar basa-basi
-    Menguji keyakinan Anda seberapa besar menilai kemampuan diri
-    Pertimbangan seleksi. Bila terdapat lebih dari satu kandidat karyawan yang memiliki potensi dan keunggulan yang setara, maka yang dipilih adalah yang meminta gaji sama atau lebih kecil dari standard perusahaan. Logikanya : karyawan yang merasa digaji sesuai atau lebih dari keinginan akan memiliki motivasi kerja lebih besar daripada karyawan yang merasa digaji lebih rendah dari keinginan.
-   Mendapatkan input untuk pertimbangan bila suatu saat perusahaan akan melakukan reformasi besaran gaji karyawan.

Perusahaan milik negara atau BUMN biasanya termasuk jenis perusahaan konservatif ini.

2.     Moderat.
Perusahaan jenis ini bersedia menggaji karyawannya berdasarkan kesepakatan saat wawancara kerja. Pada perusahaan jenis ini akan ditemukan gaji yang berbeda di antara karyawan yang memiliki level posisi yang sama. Karena itu, biasanya pimpinan Divisi SDM akan memainkan besaran beban kerja. Meskipun level posisinya sama karyawan yang memiliki gaji lebih besar akan mendapatkan beban kerja yang lebih berat.
Perusahaan-perusahaan modal swasta adalah yang termasuk dalam perusahaan jenis ini.

Karena itulah sangat penting mencari informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan yang memanggil Anda untuk wawancara kerja.
Berikut beberapa contoh jawaban wawancara kerja tentang gaji bila perusahaan yang memanggil Anda termasuk jenis konservatif :

       “Saya yakin perusahaan Bapak sudah memiliki kebijakan tentang besaran gaji karyawan yang sesuai berdasarkan posisi dan beban kerja. Saya akan menerima kebijakan perusahaan tersebut”

        “Saya yakin Bapak akan memberi gaji sesuai manfaat yang saya berikan untuk perusahaan.”

        “Sebagai karyawan baru, bila diterima kerja, saya akan fokus berkarya maksimal untuk kemajuan perusahaan, dan  saya yakin perusahaan sudah memiliki formula tentang gaji yang pantas bagi saya untuk itu”

Bila perusahaan tersebut memang jenis konservatif biasanya petugas pewawancara tidak melanjutkan pertanyaan tentang gaji kepada Anda.

Bagaimana bila yang memanggil Anda perusahaan jenis moderat? Bagaimana bila petugas pewawancara terus mengejar untuk menyebutkan nominal gaji yang Anda inginkan?


Bersambung…

gambar dari http://www.salary.com

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik – Inspirasi Pertanyaan Wawancara Kerja

Selasa, Januari 13, 2015 Add Comment
Surat lamaran kerja dan resume/Curriculum Vitae adalah media yang Anda gunakan paling awal untuk berkomunikasi dengan perusahaan. Keberhasilan Anda dalam proses rekrutmen sangat ditentukan oleh hasil dari usaha Anda membuat dan mengirimkan surat lamaran kerja. Usaha mengirimkan surat lamaran kerja dianggap sukses bila Anda dihubungi pihak perusahaan untuk mengikuti proses rekrutmen selanjutnya.

Selain untuk membuat petugas penyeleksi karyawan tertarik atau berminat kepada Anda, surat lamaran kerja dan resume/CV yang baik juga bisa menjadi bahan pertanyaan petugas pewawancara kerja. Tugas dari petugas pewawancara kerja adalah mengenal, memahami, dan menilai Anda lebih dalam.

Bila dipandang dari sisi petugas pewawancara, membuat pertanyaan tidaklah mudah. Mereka harus membuat pertanyaan-pertanyaan yang bisa menggali informasi sebanyak mungkin dari kandidat karyawan, yang sangat cukup  untuk membuat penilaian, pertimbangan, dan keputusan. Surat lamaran kerja yang sangat informatif, berisi informasi-informasi yang dibutuhkan perusahaan, akan menjadi bahan atau inspirasi petugas pewawancara dalam membuat pertanyaan-pertanyaan wawancara kerja. Selain pertanyaan-pertanyaan standard, petugas pewawancara kerja akan mudah membuat daftar pertanyaan berdasarkan surat lamaran kerja Anda karena memang mereka memang ingin menilai dan menimbang Anda. Surat lamaran kerja Anda yang baik akan membantu meringkankan tugas petugas pewawancara.

Apa keuntungannya bagi Anda?

Tentu saja Andalah yang sebenarnya paling diuntungkan bila petugas pewawancara kerja mengajukan pertanyaan berdasarkan surat lamaran kerja dan resume/CV. Bukankah Anda sendiri yang membuat surat lamaran kerja dan menyusun resume/CV? Bukankah yang tertulis adalah tentang diri Anda yang sebenarnya, dengan versi terbaik dan sesuai bagi perusahaan? Bukankah persiapan menjawab pertanyaan wawancara kerja juga berdasarkan surat lamaran kerja dan resume/CV yang Anda kirimkan?

Buatlah surat lamaran kerja dan resume/CV yang padat dan informatif. Setiap kali Anda menulis, pastikan berisi informasi yang sesungguhnya (fakta,jujur), yang sesuai kebutuhan perusahaan, yang bisa dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaan dan Anda siapkan jawabannya.

Bila membutuhkan bantuan memiliki curriculum vitae yang padat, informatif, komunikatif, dan penuh selling point silakan hubungi :


Phone : 081 335 088 305 | 0822 2822 5331 [T-Sel]Phone : 081 555 88 2600 | 0857 9119 9799 [Indosat]Whatsapp : 081 555 88 2600BBM : 54C4225E | 2B0F2928Email : penuliscvpro@gmail.com

atau kunjungi http://www.penuliscvprofesional.com



Gambar dari http://www.all-free-download.com

3 Langkah Menguatkan Mental Menghadapi Wawancara Kerja - Mengatasi Gugup dan Gelisah

Minggu, Januari 04, 2015 Add Comment

Kekuatan mental sangat dibutuhkan untuk menghadapi wawancara kerja, karena dalam wawancara kerja pribadi Anda sedang dinilai. Proses komunikasi verbal antara Anda dengan petugas pewawancara juga sangat membutuhkan kekuatan mental. Gugup, gelisah, khawatir, akan menurunkan kualitas komunikasi Anda. Kekuatan mental Anda akan meminimalisir perasaan gugup, gelisah, dan khawatir.

Berikut 3 langkah menguatkan mental untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam proses wawancara kerja :

1.      Afirmasi.
Afirmasi yang bisa menguatkan mental menggunakan kata-kata yang diterima atau tidak ditolak pikiran. Banyak orang melakukan afirmasi tapi gagal mendapatkan manfaatnya karena menggunakan kata-kata yang tidak kongruen dengan keyakinannya, bertolak belakang dengan pikiran bawah sadar. Cara terbaik agar afirmasi sesuai dengan keyakinan adalah dengan menggunakan kata-kata bahwa Anda sudah atau sedang melakukan sesuatu sehingga pantas mendapatkan apa yang Anda inginkan.
Contoh afirmasi yang bisa Anda gunakan untuk menguatkan mental menghadapi wawancara kerja :
“Saya pasti bisa melakukan wawancara dengan sangat baik karena saya memiliki kemampuan yang diinginkan perusahaan yaitu ….. (lebih baik bila disebutkan detil kemampuan yang Anda andalkan), dan saya sedang melatih kemampuan tersebut maupun kemampuan komunikasi agar meningkat semakin baik”.

2.    Visualisasi.

Sambil melakukan afirmasi Anda harus melakukan visualisasi. Anda harus membayangkan berada dalam sebuah proses wawancara kerja yang lancar dan Anda sangat menguasai proses itu. Ada kemungkinan saat visualisasi muncul kegugupan, maka gunakan kata-kata afirmasi dengan membacanya sambil bernapas tenang dan dalam.

3.    Zona damai.

Ciptakan zona damai Anda sendiri. Duduk tenang, pejamkan mata, bayangkan suatu kejadian yang pernah Anda alami yang Anda merasa tenang, atau merasa damai, atau merasa menang, sambil melakukan anchoring menggunakan salah satu titik dalam tubuh Anda, seperti mengepalkan tangan atau menekan ibu jari dengan telunjuk.
Lakukan perpaduan afirmasi dengan visualisasi (dua langkah sebelumnya) sambil melakukan sikap anchoring yang sudah Anda pilih/lakukan untuk menciptakan zona damai saat melakukan wawancara kerja.


Lakukan 3 langkah ini berulang-ulang, sesering mungkin, mulai beberapa hari sebelum wawancara kerja.


Gambar dasar dari http://www.all-free-download.com

5 Signs of Accepted during a Job Interview

Minggu, Desember 14, 2014 Add Comment

There are several stages in the selection process of recruitment. The job interview is the most decisive phase, but also an element of highest subjectivity. Success or failure depends on the mood of a job interview officer.

Although important, the results of the job interview is not the only thing that determines the acceptable work. Although during a job interview you show signs of success, not yet certain you are received. But usually test job interview, especially with the leadership ranks of the company, carried out after the other stages of the test passed.

When you prepare for a job interview with either the maximum extent possible, in fact you also have prepared for the other tests. To succeed in a job interview, you have to prepare yourself by  a lot of practice to get healthy body and calm the mind, then you also will be easier to face medical tests and psycho test.

Here are the signs of success in a job interview and was hired:


1. The long interviews process.
If the interviewer is not attracted to you on first impression may not be willing to linger continue the interview process. Your appearance impresses them, so they  want to make sure you deserve to get a chance.

2. Questions impressed 'chase'.
Job interview process is different with thesis examination. Questions thesis examiners who 'chase' because doubt you have mastered the material. While the questions of the interviewer who 'chase' because attracted to you and want to explore as much as possible the positive points of yourself for a report of recommendations to the board of management. If the interviewer is not attracted to you, or your answers, they will not bother to add a question, let alone interview participants still long queues.

3. The question of salary.
When you got a question about desired salary be grateful, because ninety percent chance of interviewer officer attracted to you. Unless required to ask the desired salary is a company procedure, they would not ask it if it is not keen to accept you as employees.

4. The question of readiness to work.
Company made the selection process because it requires the employee as soon as possible. But they also do not rashly accept employees, especially large companies that have many interested candidates of his offer. In addition to test your seriousness to join in their company, the question of when you can begin to actively work is a sign that officials are interested in and choose you for further consideration.

5. Scheduling the next process.
If success, job interview officer will inform you about the next process to be prepared. At least they will ask you to give a number that can be contacted at any time for an invitation next stage of the recruitment process.


Five things above only signs, not certainty. You have to pray a lot and prepare as best as possible for the next stage, also follow the recruitment process in another company as another endeavor.

picture from http://www.all-free-download.com

3 Alat untuk Memenangkan Wawancara Kerja

Kamis, November 20, 2014 Add Comment
Wawancara kerja sangat ditunggu-tunggu oleh para pencari kerja. Mendapat panggilan wawancara kerja adalah sebuah pencapaian yang sangat membanggakan. Kebanggaan yang wajar karena hanya orang-orang yang terpilih, di antara ratusan bahkan ribuan pengirim surat lamaran kerja,  yang mendapat kesempatan mengikuti proses wawancara kerja. Sebuah kesempatan besar yang harus dihadapi dengan persiapan maksimal.

Wawancara kerja adalah sebuah perlombaan. Setiap calon karyawan adalah peserta perlombaan yang harus bersaing dengan banyak peserta lain. Setiap peserta harus memiliki alat terbaik untuk memenangkannya.

3 alat untuk memenangkan wawancara kerja adalah :


1.      Data yang valid, otentik dan konkrit

Anda dipilih untuk mengikuti wawancara kerja karena perusahaan tertarik dengan surat lamaran dan resume kerja yang Anda kirim. Saat menghadapi wawancara kerja Anda harus membawa semua data yang mampu menegaskan dan menguatkan apapun yang tertulis di resume kerja. Selain data tertulis, Anda juga harus mampu menjelaskan secara verbal dengan konkrit.
Selain data diri, Anda juga harus memiliki sebanyak mungkin data tentang perusahaan yang valid. Data perusahaan akan membantu Anda membuat strategi mengarahkan arah pembicaraan dalam proses wawancara kerja.

2.    Mental yang kuat.

Wawancara kerja adalah ujian kekuatan mental. Salah satu tugas petugas pewawancara adalah membaca kepribadian Anda saat proses tanya jawab berlangsung. Bila saat itu mental Anda down (baca : lemah) maka sisi negative Anda saja yang bisa terbaca. Mental yang kuat akan membuat Anda mampu menampilkan sisi-sisi positif di depan petugas pewawancara.

3.    Komunikasi yang berkualitas dan berkelas.

‘Perlombaan’ wawancara kerja adalah perlombaan komunikasi. Seluruh proses wawancara kerja adalah proses komunikasi baik verbal maupun non verbal. 2 alat sebelumnya tidak ada gunanya bila Anda gagal memanfaatkannya karena kualitas komunikasi yang rendah.  


Gambar dari http://www.all-free-download.com

2 Hal yang Harus Bersih saat Wawancara Kerja

Sabtu, Januari 25, 2014 Add Comment
Anda mungkin memiliki kemampuan yang luar biasa, memiliki banyak pengalaman, tapi semua itu bisa tidak berguna saat wawancara kerja bila Anda tidak menampilkan kebersihan dua hal ini.

Sehebat apapun potensi Anda, orang melihat luar dulu sebelum menyadari potensi itu. Para pejabat pewawancara adalah manusia biasa yang memiliki perasaan dan emosi. Kesan pertama memandang seseorang sangat memengaruhi emosi mereka, dan selanjutnya emosi itu sangat memengaruhi penilaian mereka. Sangat disayangkan  bila potensi hebat Anda tidak mereka perhatikan hanya karena terlanjur ill feel memandang Anda. Sesuatu yang konyol bila wawancara kerja gagal hanya karena Anda tidak mau menampilkan kebersihan dua hal ini.

Dua hal ini adalah kepala dan pakaian. Kepala dan pakaian adalah yang paling mudah  dilihat dari Anda. Orang yang baru pertama kali bertemu pasti menilai Anda dari dua hal ini.
Kebersihan dan kerapihan dua hal ini sangat mempengaruhi emosi orang-orang yang melihat Anda, menilai Anda.

Sebelum mengajukan pertanyaan, suasana hati pejabat pewawancara akan dipengaruhi penampilan Anda. Penampilan Anda sangat dipengaruhi kebersihan kepala dan pakaian. Kepala dan pakaian Anda yang bersih dan rapih akan memengaruhi proses selanjutnya wawancara kerja.

theworkingwardrobe.com
 Anda mungkin memiliki potensi yang tinggi, hati yang bersih, tapi kesan pertama sangat dipengaruhi kebersihan kepala dan pakaian Anda.