Tampilkan postingan dengan label Memulai Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memulai Bisnis. Tampilkan semua postingan

4 Tips Sebelum Anda Mendadak di-PHK atau Pensiun Dini # 2

Sabtu, Oktober 03, 2015 Add Comment
 Baca Tulisan sebelumnya di sini

3. Bangun Jejaring. 

Sekarang ini hampir semua orang yang mempunyai ponsel cerdas pasti tergabung di grup-grup pada aplikasi media sosial (BBM, WA, Line, Wechat, Facebook, dll) yang ada pada gadget yang dibawa. Mulai grup teman-teman kantor, alumni sekolah, sampai dengan grup-grup yang terkait dengan hobi atau aktivitas intelektual anda. 


Sayangnya kita jarang menyadari bahwa ada banyak peluang emas untuk membangun jejaring – baik untuk urusan pengembangan potensi yang ada pada kita, sampai potensi untuk melakukan bisnis. Saran saya, ketika anda bergabung dengan grup-grup selain kantor, usahakan mengenali para anggota grup tersebut terutama tentang profesinya, aktivitas hariannya dan sebagainya. Semakin banyak data yang anda punyai semakin baik.
Pada grup seperti alumni sekolah SMP/SMA/Kuliah anda, biasanya para anggotanya mempunyai beragam profesi dan aktivitas, dan untuk membangun jejaring dengan mereka anda sudah terbantu untuk “menyingkirkan penghalang utama”. 

pixabay.com


Ya, tentu saja akan menjadi aneh jika tiba-tiba anda mencoba menyapa atau bertanya lebih jauh kepada orang yang tidak tahu asal-usulnya. Tetapi dengan sama-sama tergabung di dalam grup alumni sekolah misalnya, anda bisa bisa memulai membangun jejaring dengannya karena sama-sama berasal dari sekolah yang sama, apalagi jika sebelumnya sudah saling mengenal. 


Dengan mengenalnya secara baik, suatau saat – ketika anda atau kerabat dan teman anda yang lainnya -- mungkin membutuhkan sekedar informasi –baik untuk kepentingan pribadi, sosial atau bisnis, anda bisa saja “memanfaatkan” jejaraing tersebut.
Ada banyak cerita tentang betapa besar manfaatnya jejaring yang kita miliki. Saat saya lulus kuliah, alhamdulillah tidak pernah menganggur sampai berbulan-bulan, begitu lulus ada informasi dari teman yang bekerja di kantor pajak membutuhkan privat bahasa inggris untuk karyawan-karyaawannya dan juga beberapa atasannya. Meski hanya berlangsung 6 bulan, tetapi setelah itu saya dapat tawaran lagi dari teman yang lain untuk bekerja di tempat lain lagi. Dan itu saya alami berkali-kali, sehingga saya nyaris tanpa susah payah mengirim surat lamaran, karena saya mengirimkan kan surat lamaran – bahkan ada yang tidak memakai surat lamaran – ke institusi yang memang benar-benar membutuhkan.

Cerita lainnya adalah, saat saya harus bed-rest di rumah sakit selama hampir 2 minggu, terus terang saya tidak puas dengan layanan rumah sakit dan dokternya. Sampai akhirnya saya update status di dinding Facebook saya, dan ternyata seorang teman SMA yang juga dokter mengomentari dan akhirnya dia mengundang ke rumahnya untuk konsultasi gratis terkait sakit yang saya alami, dan alhamdulillah saya dapat penjelasan yang memuaskan.


Tidak hanya saya yang merasakan manfaat baiknya membina jejaring ini, seorang teman saya – pengusaha kuliner online, karena kepiawaiannya membina relasi ini, tidak jarang dia sering mendapatkan donatur untuk proyek-proyek sosial yang dia gagas, mulai menyantuni fakir miskin di kala ramadhan, membangun masjid dan mengadakan baksos ke daerah-daerah minus di pinggiran kota Jakarta... dan partisipan serta yang mendanai adalah dari konsumen-konsumen setianya – tanpa dia harus meminta-minta bantuan dan menyodorkan proposal


4. Usaha Sampingan
 
Ya, yang namanya usaha sampingan adalah usaha yang anda kerjakan di sela-sela waktu anda sebagai seorang karyawan. Usaha ini bisa anda lakukan selepas anda bekerja, atau saat liburan di akhir pekan. 


Untuk memulai usaha sampingan ini , sarannya adalah pilihlah yang paling mudah dan yang terpenting anda sukai misalnya bisnis yang terkait dengan hobi anda , hal ini penting karena untuk mengerjakan usaha sampingan ini anda mengerjakan di “sisa waktu” anda yang artinya bisa jadi anda dalam kondisi fisik atau psikologis yang lelah setelah bekerja seharian atau selama sepekan. Oleh karena itu jika anda mengerjakan sesuatu yang memang anda sukai, maka rasa lelah tersebut bisa anda atasi karena anda mengerjakannya dengan senang dan tidak terpaksa.
 
Saran berikutnya adalah, mulailah usaha sampingan ini dengan modal yang kecil (terjangkau) menurut ukuran masing-masing anda dan sangat “di-haram-kan” untuk berhutang. Dengan modal yang terjangkau diharapkan jika – selama masa merintis usaha tersebut belum memberikan keuntungan yang maksimal anda tidak merasa berat untuk tetap meneruskan. 


Namun meskipun itu usaha sampingan, selalu usahakan untuk tetap belajar mengembangkan dan mengelolanya dengan serius, untuk itu tidak ada salahnya anda bergabung dengan komunitas – baik itu secara online seperti di forum-forum internet, atau di komunitas offline yang banyak memberikan wawasan dalam hal mengelola bisnis. 




Demikianlah 4 Tips Sebelum Anda Mendadak di-PHK atau Pensiun Dini, jika anda punya komentar saran dan pertanyaan silahkan dituliskan di bawah atau di halaman Facebook Job Hunting Center <<== Silahkan Klik



4 Tips Sebelum Anda mendadak di-PHK atau Pensiun Dini # 1

Jumat, Oktober 02, 2015 Add Comment

“Love your job, but don’t love your company, because you may not know when your company stops loving you.” Abdul Kalam


Ucapan Abdul Kalam, mantan presiden India ke 11, tersebut mungkin ada benarnya. Ada banyak sebab jika tiba-tiba perusahaan anda berhenti mencintai anda (alias mem-PHK). Bisa memang karena kondisi perekonomian yang sedang lesu sehingga berdampak pada stabilitas perusahaan, bisa jadi karena memang ada regulasi yang mengharuskan perusahaan mengurangi jumlah karyawannya, bisa juga karena memang ada nilai-nilai prinsip yang ada pada diri anda yang tidak selaras dengan perusahaan – sementara anda tidak mungkin merubah sistem yang ada sesuai dengan nilai yang anda anut, maka pilihannya adalah anda yang mengundurkan diri, dan masih banyak alasan lainnya.
Tetapi apapun alasannya – apalagi jika anda bukan pemilik saham diperusahaan atau bahkan hanya karyawan biasa, maka kemungkinan untuk “berpisah” dari perusahaan tempat anda bekerja – lambat atau cepat pasti ada. 

pixabay.com


Oleh karena kita tidak pernah tahu kapan itu terjadi, maka tidak ada salahnya ketika kita mempersiapkan diri. Dan mempersiapkan diri tidak akan pernah merugikan anda bahkan bisa jadi menguntungkan anda dalam banyak hal. Bisa saja menambah wawasan anda, menambah luasnya jejaring anda, menambah peluang untuk berkarir lebih baik, menambah peluang untuk mendapatkan usaha dan juga mendapatkan penghasilan tambahan, dan yang pasti penyebab banyaknya orang yang stress akibat di PHK atau post-power syndrome adalah karena mereka tidak persiapan sama sekali akan sesuatu yang menimpa mereka. 


Untuk itu pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak anda untuk mempersiapkan diri, kalaupun itu menurut anda “mustahil anda akan dipecat atau masih lama pensiun” maka anggap saja ini sebagai wawasan bagi anda – yang barangkali anda suatu saat ingin mencobanya, atau jika ada yang sudah melakukan paling tidak ada informasi baru yang bisa anda dapatkan. 


Selanjutnya apa saja sih yang bisa anda lakukan untuk mempersiapkan diri saat anda di PHK atau Pensiun? 


1. Menggali potensi diri anda. 


Sepertinya ide ini agak basi atau kelihatan lucu bagi para profesional atau mereka yang sudah bekerja – apalagi jika bekerjanya sudah puluhan tahun, tetapi memang pada kenyataannya kita sering “mengabaikan” potensi diri yang ada kita – yang jika kita upayakan secara maksimal bisa jadi membuat diri anda merasa lebih bahagia karena mempunyai kegiatan positif disamping rutinitas anda. 


Menggali potensi diri anda bisa dimulai dari kegiatan-kegiatan yang anda sukai, bisa seperti hobi berolah raga, mulai bulu tangkis, nggowes atau yang lainnya. Ada juga orang yang mempunyai hobi berkebun, fotografi, menulis, ngoprek laptop dan lain-lain, yang jelas sesuatu yang memang dilakukan diluar rutinitas pekerjaan utama anda, dan anda menikmatinya saat melakukan kegiatan itu. 


Akan tetapi hal itu masih belum bisa dikatakan menggali potensi diri jika anda melalukan semua itu sebatas bersenang-senang saja. Maksudnya bagaimana? 


Begini, jika anda ingin menggali potensi diri anda dibidang yang anda sukai, maka lakukanlah dengan sepenuh hati dan anda harus banyak belajar dan mengetahui lebih mendalam atas hal-hal yang terkait dengan aktivitas anda tersebut. 


Saya ambil contoh, ada seorang karyawan yang disela-sela waktunya dia sangat hobi menulis. Maka tidak sekedar menulis dia banyak mengikuti kegiatan untuk mengasah kemampuannya tersebut, mulai ikut seminar, workshop, ikut komunitas menulis membeli buku-buku yang terkait dengan menulis. Mulanya dia suka menulis puisi – tetapi seiring waktu dia mulai belajar menulis cerita pendek, reportase dan berbagai macam tulisan dia coba dan mengirimkan karya-karyannya tersebut ke berbagai media, baik dibayar maupun yang gratisan. 


Tidak berhenti di situ, dia juga mulai belajar ngeblog, dan mempublikasikan tulisan-tulisannya di sana. Namun itu saja tidak cukup, dia ikut menerbitkan buku dimulai dari buku antologi – yang isinya keroyokan dari berbagai penulis, menulis ebook-ebok ringan, sampai menerbitkan buku sendiri sesuai dengan tema yang dia kehendaki. 


Itu semua belum cukup, dia mencoba untuk mempelajari tentang seluk beluk menerbitkan buku secara mandiri, mencoba mencari beberapa penerbit indie, mengetahui jenis kertas yang digunakan untuk bukunya sampai melakukan negosiasi harga hingga mencoba menjual buku yang ditulisnya melalui jejaring pertemanannya baik di dunia nyata maupun di media sosial. 


Bisa jadi keuntungan yang dia dapatkan dari semua aktivitas itu tidak banyak, tetapi ilmu dan informasi tentang dunia penerbitan buku dan bagaimana memasarkana hasilkarya itu yang nilainya mahal karena tidak semua orang bisa mau dan bisa melakukan tersebut.
Kini disela-sela kesibukannya menjadi karyawan sebuah perusahaan dia membuka jasa penulisan mulai dari penulisan naskah buku, editor sampai penerbitan buku. 


Inilah contoh menggali potensi yang mempunyai nilai investasi yang tinggi bagi masa depan. Hal tersebut bisa dilakukan dibidang apapun. 


Ya, dibidang apapun, ada seorang yang bekerja di sebuah kantor pemerintah, di sela-sela rutinitasnya sebagai PNS dia sangat hobi nggowes, dia gabung komunitas bike to work, dia terlibat dibanyak kegiatan komunitas tidak hanya sebagai partisipan, tetapi dia juga menjadi penggeraknya dari kegiatan tersebut. Begitu intensnya dia bergaul dengan para biker dan goweser ini sampai suatu ketika dia menangkap peluang ketika teman-temannya membutuhkan jersey buat seragam komunitas, dari sinilah dia belajar mencari produsen pembuat jersey, mengetahu jenis bahan yang dipakai sampai hal-hal lain yang terkait dengan aksessoris lain yang dibutuhkan teman-temannya di komunitas. 


Dan sekarang dia membuka toko online jualan jersey, dan belakangan tak hanya jualan jersey, tetapi sudah sampai jualan aksessoris lainnya seperti jam tangan sport, dan kamera kusus buat para biker untuk mengabadikan momentum penting selama perjalanan nggowes. 


2. Investasi

Investasi disini adalah dalam artian yang luas, bisa saja berarti investasi berupa aset-aset berharga seperti emas, tanah, rumah atau tabungan uang, tetapi itu investasi itu bisa dilakukan bagi mereka yang penghasilannya sudah mencukupi kebutuhan primer sehari-hari. Bagi karyawan yang pendapatannya pas-pasan, investasi yang cocok menurut saya adalah mengikuti kegiatan atau program-program yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri sebagaimana kita sebutkan di atas. 


Jika kita mau – ada saja program-program semacam itu mulai yang diselenggarakan secara gratis, berbayar tapi murah/terjangkau – sampai yang memang butuh dana yang cukup banyak. Semua itu bisa kita sesuaikan dengan kemampuan kita, bisa saja ketika kita tidak mampu secara khusus membiayai program semacam itu, kita membaca (bisa beli) dari buku-buku atau melalui internet hal-hal yang bisa memmbantu mengembangkan potensi diri kita.

Tetapi yang paling saya rekomendasikan adalah belajar melalui internet dengan bergabung di grup-grup yang anda di facebook atau forum-forum besar. Karena biayanya murah –hanya berbekal model dengan pulsa 50ribu/bulan atau ke akses internet gratis kalo di kota anda menyediakan, dan lebih penting lagi anda bisa mengatur jadwal untuk belajar sesuai waktu luang anda. Untuk menemukannya Anda bisa mencari melalui google atau facebook tempat berkumpulnya orang-orang yang mempunyai hobi yang sama dengan anda, mulai tempat belajar masak, otomatif, fotografi sampai bercocok tanam moderen.

Ada kita yang saya sarankan kepada anda ketika bergabung di grup/forum seperti itu adalah- aktiflah berpartisipasi – baik sebagai ‘pemateri” atau peserta yang bisa berkontribusi positif bagi anggota digrup itu. Dengan cara seperti itu, insyaa Allah anda akan dikenal dan jika konsisten berkontribusi bisa jadi anda dikenal banyak orang, jadi rujukan tempat konsultasi dan bisa juga mendapatkan proyek-proyek sampingan yang bisa menambah uang saku anda.

baca lanjutannya di sini



Catatan: Bagi anda yang tiba-tiba di-PHK silahkan baca artikel saya berjudul : Mendadak Saya Kena PHK, Saya Galau, Sedih dan Berbuat Apa?
Mendadak Saya Kena PHK. Saya Galau, Sedih dan Harus Berbuat Apa? - See more at: http://strategimanajemen.net/2015/10/05/mendadak-saya-kena-phk-saya-galau-sedih-dan-harus-berbuat-apa/#sthash.g4tyBAJY.dpuf
Mendadak Saya Kena PHK. Saya Galau, Sedih dan Harus Berbuat Apa? - See more at: http://strategimanajemen.net/2015/10/05/mendadak-saya-kena-phk-saya-galau-sedih-dan-harus-berbuat-apa/#sthash.g4tyBAJY.dpuf

Pindah Kerja bukan Tanda Tidak Loyal

Selasa, Juli 15, 2014 Add Comment
Sebagian masyarakat , kebanyakan dari generasi tua, berpendapat bahwa bekerja itu harus menetap di satu perusahaan sampai masa pensiun. Mereka menganggap itu sebagai nilai kesetiaan atau loyalitas. Pendapat mereka bisa benar bisa juga salah.

Pendapat mereka mungkin benar bila seorang karyawan bekerja di satu perusahaan sampai masa pensiun dengan produktif dan memberi kontribusi yang besar untuk perusahaan, tanpa pernah sedikitpun melakukan perbuatan yang merugikan perusahaan. Mungkinkah dianggap loyal bila seorang karyawan bekerja selama puluhan tahun tanpa kontribusi jelas untuk kemajuan perusahaan tapi justru menjadi beban?

Sejatinya loyalitas atau kesetiaan tidak diukur dari lamanya masa kerja, meskipun karyawan yang berkarya dalam waktu lama perlu mendapatkan apresiasi. Lebih bijak bila kesetiaan diukur dari besarnya manfaat yang diberikan untuk perusahaan selama bekerja. Kesetiaan seharusnya diukur dari besarnya curahan waktu, pemikiran, perhatian, dan tenaga yang dimiliki karyawan untuk perusahaan. Adalah setia seorang karyawan yang rela bekerja lembur tanpa mendapat uang lembur meskipun baru setahun bekerja. Suatu kesetiaan yang tinggi saat seorang karyawan sedia masuk di hari libur agar pekerjaannya segera tuntas meskipun baru setahun bekerja.
Bagaimana bila ada karyawan yang sudah puluhan tahun bekerja tapi tidak merasa nyaman bekerja sehingga tidak bersemangat? Mungkinkah dia dianggap karyawan yang setia?

Saat Anda kehilangan kenyamanan dan kebahagiaan bekerja dalam sebuah perusahaan, maka akan sulit sekali Anda bisa berperan sebagai karyawan yang setia. Dalam artikel ‘10 Tanda Peringatan Anda Harus SegeraMencari Pekerjaan Baru ‘ dibahas tanda-tanda kesetiaan Anda terancam.
Saat hal itu terjadi jiwa professional Anda diuji. Bertahan pada perusahaan lama, meskipun tanpa semangat, dan produktifitas yang rendah, adalah sikap yang tidak professional. Meneruskan bekerja tanpa nilai kesetiaan adalah sikap tidak professional yang merugikan banyak pihak. Perusahaan pasti mengalami kerugian karena mempekerjakan karyawan yang tidak produktif, hingga pada suatu saat mereka akan bersikap tegas memberhentikan Anda.


Anda harus selalu bersikap professional  sehingga bisa menjadi karyawan yang loyal. Pilihan untuk pindah kerja ke perusahaan lain adalah sikap professional, dan bukan tanda ketidaksetiaan.

Gambar dari http://www.all-free-download.com

7 Tanda Anda “Tidak Diterima” Saat Interview

Sabtu, Maret 29, 2014 Add Comment
Sebagai calon pelamar kerja yang sedang menjalani wawancara kerja, maka selain anda harus mempersiapkan diri anda, ada hal lain yang anda perhatikan “bahasa tubuh” dari pewawancara anda. Dari bahasa tubuh itu anda akan bisa menangkap isyarat apakah anda akan diterima atau tidak. Jika anda menangkap ke 7 isyarat dibawah ini, maka anda bisa segera mencari alternatif untuk berburu kerja ditempat lain.

Apa saja tanda-tanda itu?


1. Anda diintterogasi: jika saat wawancara anda merasa sebagai “seorang terdakwa” yang diinterogasi daripada sebagai seorang yang diajak dialog, maka bersiaplah anda untuk melakukan mencari alternatif.


2. Prestasi anda diabaikan, jika pewawancara tidak menanyakan prestasi kerja atau pengalaman kerja anda sebelumnya maka ini adalah tanda-tanda yang juga harus anda pahami.


3. Kurang dari 15 menit, secara umum wawancara kerja berlangsung antara 30 menit atau lebih, maka jika hanya kurang dari 15 menit mereka mengakhiri wawancara dengan anda, maka maklumlah anda bahwa mereka mencari kandidat lain.


4. Tidak fokus pada interview, jika pewawancara anda menerima telepon atau bahkan menelpon orang lain pada saat melakukan wawancara maka sebaiknya ada bersabar untuk mencari alternatif yang lain.


5. Tidak Senyum. Ketahuilah bahwa seorang pewawancara yang menerima anda dengan baik, dan tersenyum saat melakukan wawancara dan berdialog dengan baik maka anda bisa jadi kandidat yang diinginkan, akan tetapi jika dia tidak tersenyum sama sekali, wajarlah jika nanti anda tidak akan mendapat panggilan untuk mengisi jabatan yang anda lamar.


6. Mengabaikan Kemampuan anda
. Jika selama wawancara anda tidak ditanya sama sekali atau Cuma sedikit saja menyinggung tentang kemampuan (skill) anda maka silahkan anda mencari alternatif lain


7. “Banyak Interview Minggu ini” – saat mengakhiri wawancara mereka bilang, kalimat tersebut artinya anda diminta bersiap-siap mencari alternatif yang lain.



***


Gambar:  www.irunoninsulin.com






7 Cara Agar Anda Gagal Dalam Wawancara Kerja

Jumat, Maret 28, 2014 Add Comment
Ada beberapa banyak cara untuk bisa berhasil dalam menghadapi wawancara kerja, tetapi ada beberapa hal yang sering terlupakan saat anda akan menghadapi sesi wawancara kerja. masalahnya hal-hal tersebut justru membuat anda berpotensi untuk gagal dalam wawancara kerja.

Apa saja hal-hal yang membuat anda gagal dalam wawancara kerja? 


1. Kebiasaan Buruk : Mungkin anda menganggap bahwa kebiasaan anda sepele, seperti mengunyah permen karet, ngupil atau bahkan kebiasaan mainan gadget saat menghadiri acara yang serius. Ketika interviewer anda mengetahui kebiasaan ini – bisa jadi mereka akan “ill fill” sebelum melakukan wawancara. Maka periksa lagi apa anda punya kebiasaan buruk yang segera harus anda sembuhkan agar tidak menjadi batu sandungan saat wawancara kerja nanti. 


2. Tak Tahu Apa-Apa tentang Perusahaan : Nah, ini masalah juga, anda melamar suatu pekerjaan di sebuah perusahaan tetapi anda tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan dan juga perusahaan tempat anda akan bekerja, tentu saja ini akan mengurangi “nilai jual anda” di hadapan pewawancara kerja anda. 

3. Tidak tertarik dengan Pekerjaannya. Ada kalanya seseorang mengirimkan surat lamaran “secara asal” atau semacam “nothing too lose” terhadap sebuah posisi pekerjaan, padahal dia tidak tahu atau bahkan tidak berminat akan pekerjaan tersebut. Selain itu ada juga yang mempunyai motif “menurunkan kreteria” - yaitu melamar pekerjaan yang sebenarnya jauh dari standar keterampilan yang dia miliki, biasanya semangat orang seperti ini adalah, “yang penting diterima dulu, dicoba setelah itu diputuskan. Nah ini sangat bahaya dan merugikan perusahaan, oleh karena itu jika memang anda tidak tertarik atau tidak serius dalam lamaran anda, mending tidak usah datang dalam sesi wawancara. 

4. Menjelek-jeleknya Bos atau Tempat Kerja Lama. Ini juga kebiasaan buruk yang membuat calon bos anda justru tidak menyukai calon pekerja yang dia rekrut. Ketahuilah, tidak ada tempat kerja yang benar-benar baik dan sesuai kehendak anda, jika anda menginginkan semua tempat kerja seperti yang anda inginkan maka jadilah pengusaha, jangan melamar pekerjaan di tempat orang lain. 

5. Berbohong, ini tentu sangat fatal jika anda sampai melakukan, entah hanya cuma  mencatut nama seseorang yang anda katakan bisa memberikan referensi atau hal-hal lain yang anda tulis di surat lamaran atau CV/Resume. 

6. Mengajukan pertanyaan yang salah. Biasanya diakhir wawancara anda diberi kesempatan untuk menanyakan sesuatu. Jika ada kesempatan untuk itu, maka tanyakan hal-hal yang relevan dengan posisi yang ingin anda incar, tetapi jangan menanyakan hal-hal yang terlalu dini, misalnya “berapa gaji yang akan saya dapatkan?” atau bahkan menanyakan masalah perusahan seperti, “Apakah perusahaan ini tidak pernah menggalar undang-undang?” dan seterusnya 


7. Tak Mengesankan. Ya, ini bisa saja terkait dengan poin ke-3 di atas, tetapi bisa jadi karena sikap anda, atau jawaban anda yang tidak membuat pewawancara anda berkesan dan berpendapat bahawa anda bukan calon yang tepat. Demkian 7 cara agar anda bisa gagal dalam wawancara kerja, ikuti terus artikel di sini dan ajukan pertanyaan yang relevan dengan dunia Job Hunting. 

******************

gambar dari: http://www.shutterstock.com/

Disarikan dari artikel ini: http://www.forbes.com/sites/glassheel/2013/07/18/7-ways-to-fail-a-job-interview

7 Hal yang Harus Anda Lakukan Jika Gagal Wawancara Kerja

Rabu, Januari 15, 2014 Add Comment
Ada kalanya tidak semua usaha dan keinginan kita bisa terwujud dengan sesuai dengan harapan kita, termasuk ketika anda mendapat kesempatan untuk wawancara kerja. Anda sudah pasti sudah mempersiapkan mental dan pikiran anda jika tidak lolos dalam wawancara kerja meski sudah berusaha maksimal dan melakukan yang terbaik.

Nah, berikut beberapa hal yang harus anda lakukan jika tidak lolos wawancara kerja.


1. Yakini, bahwa Tuhan telah menyiapkan terbaik yang cocok buat anda.


2. Ucapkan Terima Kasih kepada interviewer anda dengan cara menelpon (bila memungkinkan), mengirim surat atau email dan jika berkenan mintalah mereka memberi tahu “apa kekurangan anda”.


3. Ingatlah – segala hal yang anda alami saat wawancara, mulai pertanyaan, jawaban anda, sampai sikap anda serta respon dan “bahasa tubuh” interviewer anda. Akan lebih baik lagi jika anda menuliskan hal itu untuk pembelajaran anda pada wawancara berikutnya.


4. Segera evaluasi, surat lamaran, resume dan Curriculum Vitae (CV) anda – apakah ada hal-hal yang kurang sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.


5. Segera kontak dan bukalah daftar teman-teman yang telah anda kumpulkan saat anda akan dan setelah wawancara kerja. (Silahkan baca di sini dan di sini dan sini )


6. Lakukan “Inventarisasi ulang” – tentang bakat dan kemampuan anda, karena bisa jadi anda berhasil di bidang lain yang kadang tidak sesuai dengan ijazah saat anda sekolah atau kuliah


7. Mulailah untuk mencoba peluang menjadi wirausaha mandiri, dengan modal yang kecil tapi menghasilkan . (Silahkan ikuti terus tips-tips di situs ini)


Demikian 7 Hal yang harus anda lakukan jika anda gagal dalam wawancara kerja. silahkan sampaikan pendapat anda


****
Gambar dari : Forbes