Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan

5 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Anda Menyusun Bisnis Plan Usaha Sampingan

Senin, Mei 23, 2016 Add Comment
 
5 Pertanyaan Sebelum Menyusun Bisnis Plan


Seperti yang sudah kami tuliskan sebelumnya bahwa banyak dari karyawan swasta atau PNS yang ingin mempunyai (membuka) usaha sampingan. Namun usaha yang baik adalah yang mempunyai perencanaan usaha (bisnis plan) yang baik, karena perencanaan yang baik akan membuat anda lebih mudah mengetaui apa yang harus dikerjakan dan kemungkinan kendala yang harus dihadapi. 

Pada artikel kali ini kami akan membahas beberapa hal yang harus anda lakukan sebelum anda menyusun bisnis plan (rencana usaha), karena dengan mengetahui hal-hal tersebut akan lebih mempermudah saat anda menyusunnya. 

Berikut ini adalah hal-hal yang harus anda pertimbangkan sebelum menyusun rencana bisnis anda.

1. Berapa Lama Usaha Sampingan Tersebut Dikelola?

Jika anda adalah seorang karyawan swasta atau PNS yang ingin mempunyai usaha sampingan, tetapi karena tuntutan pekerjaan tetap anda harus berpindah-pindah kota demi peningkatan karir, maka ketika anda hendak menyusun bisnis plan usaha sampingan hal ini harus anda pertimbangkan. Jangan sampai saat usaha tersebut sudah mulai jalan dan menghasilkan ternyata anda harus dimutasi kerja atau mendapatkan promosi kenaikan pangkat dan harus berpindah kota. 

Memang tidak masalah jika anda tetap meneruskan usaha tersebut, tetapi jika sejak awal sudah mengetahui kemungkinan ini, maka anda bisa melakukan "kaderisasi" kepada orang yang nantinya anda percaya untuk mengendalikan usaha tersebut. Oleh karena itu hal berikut ini juga perlu anda pertimbangkan

2. Siapa Pengelola Usaha Sampingan Tersebut?

Secara umum ada dua macam pengelolaan usaha sampingan, pertama di kelola sendiri (bisa bersama istri, anak atau anggota keluarga) dan yang dikelola orang lain. Tentu masing-masing model pengelolaan tersebut ada kelebihan dan kekurangannya. 

Misalnya, jika anda mempunyai modal usaha yang terbatas (katakan di bawah 10 - 20 juta) maka usaha sampingan tersebut lebih baik dikelola sendiri karena anda tidak perlu atau tidak terlalu banyak mengeluarkan dana untuk membayar tenaga kerja. Apalagi pada saat-saat awal merintis usaha bisa jadi investasi modalnya lebih banyak digunakan untuk promosi atau dibelanjakan inventaris atau peralatan pendukung usaha. 

Mempersiapkan siapa pengelola usaha sampingan tersebut sejak awal akan memudahkan anda menyusun rencana bisnis anda untuk tahun-tahun berikutnya, ketika usaha tersebut semakin berkembang.

3. Apa Jenis Usaha Sampingan Anda?

Ada berbagai macam usaha sampingan, mulai memproduksi (kerajinan, makanan, dan sebagainya), jasa (servis atau reparasi peralatan elektornik, konsultan, atau asistensi pekerjaan, dll), affiliate, dropshipper, multilevel atau bahkan broker/makelar. 

Setiap jenis usaha mempunyai pengelolaan yang berbeda - baik dalam manajemen keuangan, pemasaran dan sumber daya manusia. Karenanya anda harus mempunyai pengetahuan dalam hal-hal tersebut. Paling tidak anda mengetahui apa saja yang harus anda siapkan dan harus anda pelajari dalam mengelolanya. 

Jangan sampai terjadi ketika usaha sudah dijalankan anda masih harus mempelajari hal-hal yang seharusnya "sudah selesai" disiapkan. Misalnya: anda mempunyai usaha sampingan dalam membuat kerajinan tangan untuk souvenir pernikahan, begitu anda gencar melakukan promo dan kemudian anda mendapatkan pesanan yang kebetulan banyak, tetapi anda kedodoran dan kelabakan saat mendapatkan bahan baku karena ternyata toko bahan baku ditempat anda stoknya terbatas. 

Hal seperti ini juga pernah dialami seorang teman yang mencoba usaha sampingan memasarkan "shuttle cock" - saat promo di internet sudah disebar - maka mulai berdatangan calon konsumen yang hendak pesan namun sayangnya sang teman saya tersebut gagal memenuhi banyaknya pesanan dikarenakan pengrajin shuttle cock yang dia kenal sebenarnya sudah kuwalahan melayani pesanan secara offline - apalagi ditambah pensanan dari media online yang ternyata tidak kalah banyak. akhirnya sia-sia sudah investasi waktu dan biaya yang sudah dikeluarkan untuk melakukan promo tersebut. 

Tentu anda tidak ingin mengalami hal seperti itu bukan?

4. Siapa Kompetitor Usaha Sampingan Anda?

Jangan pernah takut adanya pesaing atau kompetitor dari usaha sampingan yang hendak anda rintis — selain anda harus punya keyakinan yang kuat bahwa rezeki masing-masing orang sudah ada yang mengatur — Anda harus bersyukur jika ada seseorang yang sudah memulai seperti anda karena anda bisa "belajar dan mempelajari" apa saja sudah dia lakukan dengan bisnis itu. Seperti apa kelebihan dan kekurangan dari produk atau jasa yang ditawarkan kompetitor tesebut. 

Dengan adanya kompetitor pula, anda bisa melakukan diferensiasi layanan yang hendak anda jual sehingga anda juga mengetahui pangsa pasar dari produk/jasa anda.

5. Siapa Penyandang Dana Usaha Sampingan Tersebut?

Meski cuma usaha sampingan dan mungkin investasi dananya "tidak banyak" misalkan hanya sekitar 5 sampai 10 juta, tetapi anda harus memastikan siapa penyandang dana (investor) dari usaha sampingan tersebut. 

Banyak kejadian karena usaha sampingan dan tidak banyak dana yang dibutuhkan awalnya modalnya dibiayai oleh orang-orang dekat disekitar anda, baik keluarga atau teman. Tetapi dalam perjalanannya bisa jadi usaha tersebut rugi atau bahkan semakin maju. 

Baik ketika rugi atau saat semakin untung, bisa saja menimbulkan masalah jika ada pihak-pihak lain yang terlibat. Hal ini disebabkan karena tidak jelas akad perjanjian investasi di awalnya. Banyak kejadian yang berakhir dengan retaknya hubungan bahkan terjadi permusuhan dengan teman atau keluarga dekat disebabkan hal tersebut. 

Ketika terjadi kerugian, jika melibatkan orang lain, ada investor yang terlibat dalam usaha tersebut merasa "sebagai pemberi pinjaman" - bukan sebagai bagian dari investor, akibatnya ketika usaha merugi dia bersikeras pengelola harus tetap mengembalikan uang yang telah dia berikan seperti semula padahal jika sebagai investor mestinya kerugian ditanggung bersama.
Begitu juga sebaliknya, jika usaha maju dan semakin mendatangkan keuntungan yang banyak, ada pihak ketiga yang awalnya "cuma dipinjam uangnya" merasa sebagai investor yang harus menerima pembagian hasil usaha sebagaimana investor. 
 
Oleh karena itu harus sejak awal harus dipertimbangkan siapa yang akan menjadi investor dari usaha sampingan tersebut.

Idealnya usaha sampingan dengan modal yang kecil yang hendak anda lakukan maka lebih baik menggunakan dana sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, kecuali anda sudah mempersiapkan segala kemungkinannya.

Demikanlah 5 pertanyaan yang harus anda jawab sebelum anda menyusun bisnis plan dari usaha sampingan yang hendak anda jalankan. 


***

Sumber Gambar : pixabay.org

4 Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Memulai Usaha Sampingan

Senin, Mei 16, 2016 Add Comment
Mendapatkan penghasilan tambahan adalah idaman banyak orang. Apalagi bagi karyawan yang punya penghasilan tetap sementara kebutuhan hidup begitu besar, apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga dan mempunyai tanggungan anak yang sudah bersekolah.
Selain para karyawan - membuka usaha sampingan juga dilakukan oleh mereka yang menjelang purna tugas (pensiun) atau bahkan setelah mereka pensiun. Memang untuk golongan yang kedua ini, mempunyai usaha sampingan bukan semata-mata untuk menambah jumlah pemasukan, tetapi terkadang untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. 

Namun untuk memulai usaha sampingan bagi sebagian besar orang kadang tidak mudah karena tidak mengetahui harus memulai darimana, bahkan tidak jarang karena "buta jalan" untuk memulai maka terkadang malah sekedar ikut-ikutan teman atau trend. Karena ikut-ikutan trend sudah investasi yang besar, maka tidak jarang pula jika justru yang didapatkan bukan keuntungan malah rugi puluhan juta.

Masalah lainnya ketika tidak mengetahui cara memulainya terkadang pada saat menjalani usaha (bisnis) tersebut biasanya ada hambatan atau bahkan tidak segera "menghasilkan" - karena tidak mengetahui solusi atau bagaimana mengatasi hambatan yang dihadapi, tidak jarang malah justru berhenti di tengah jalan dan tidak meneruskan lagi, atau bahkan ganti dengan bisnis yang lain. Saat berganti dengan bisnis baru yang lainpun jika tidak tahu apa yang harus dilakukan maka akan terjadi hal-hal yang sama. Akhirnya seperti lingkaran setan yang tidak jelas ujung pangkalnya.

Oleh karena itu pada artikel ini kami berikan tips bagaimana memulai sebuah usaha sampingan agar anda tidak terjebak seperti apa yang dijelaskan di atas.

1. Mengetahui Kecenderungan dan Potensi Anda

Banyak literatur yang mengatakan cara termudah untuk memulai bisnis adalah sesuai dengan hobi atau passion anda, karena melakukan sesuatu yang disukai akan membuat nyaman dalam melakukannya terutama ketika saat menghadapi hal-hal yang sulit pada saat merintis usaha tersebut. 

Jika anda belum mengetahui apa kecenderungan dan potensi anda, ada banyak tool (alat)atau tes untuk membantu anda mengetahui potensi anda yang terpendam. Anda bisa mencari informasi melalui Google. Ada yang berbayar ada pula yang gratis, atau jika anda ingin mencoba yang gratis bisa menggunakan tes Multiple Intelligence online gratis (Berbahasa Inggris) seperti di situs www.mypersonality.info atau juga bisa mengunduh melalui situs www.businessballs.com - Adapun contoh hasil dari tes tersebut seperti ini:
Hasil Tes Potensi Diri



Dari contoh di atas anda bisa mengetahui kecenderungan potensi diri anda. Misalkan dari data di atas anda lihat ada beberapa potensi yang bisa anda jadikan sumber ide untuk memulai usaha (bisnis) sampingan.

2. Riset Peluang Bisnis Sesuai Potensi Anda

Setelah anda melakukan langkah pada poin pertama di atas dan mengetahui kecenderungan dan potensi anda "yang terpendam" maka langkah selanjutnya adalah melakukan riset tentang peluang bisnis apa saja yang sesuai hasil dari langkah pertama tadi.
Anda bisa memanfaatkan google untuk melakukan hal tersebut, misalnya dengan mengetikkan kata kunci "Multiple Intelligence and Career" - atau "Potensi Karir dan Kecerdasarn Majemuk" - atau anda bisa mencoba situs bestcareermatch.com - Sedangkan hasilnya seperti contoh di bawah: 

 
Potensi Diri dan Peluang Bisnis


Jika anda mau lebih jauh melakukan riset di google, maka akan semakin banyak peluang yang bisa anda temukan. misalkan saja, anda punya potensi besar di bidang tulis-menulis, maka silahkan dicari di google dengan kata kunci misalnya "What kind of business for writer" atau "How to get money by writing" atau "Cara Mendapatkan Uang Dengan Menulis" . Silahkan dikumpulan hasil riset anda tersebut dan buatlah daftar
Nah, sekarang anda sudah mengetahui ternyata banyak sekali peluang bisnis yang bisa anda kerjakan dan berpontensi menambah penghasilan anda

3. Bergabung Komunitas, Ikut Pelatihan dan Kursus

Untuk memantapkan pilihan anda menjalani sebuah bisnis sampingan yang akan anda kerjakan, maka anda bisa bergabung di komunitas-komunitas sesuai dengan potensi dan kecenderungan anda. 

Sekali lagi anda bisa memanfaatkan google atau media sosial seperti facebook untuk mencari komunitas yang anda inginkan. Di facebook anda bisa menemukan berbagai macam komunitas hobi seperti: kuliner, desain, menulis, otomotif, internet marketing dan lain-lain. Selain itu komunitas tersebut ada yang berbasis lokal semua tempat tinggal anda. misalnya, komunitas fotografi di Malang, atau komunitas kuliner di Surabaya dan seterusnya.
Dari pengalaman beberapa teman dekat saya, mereka banyak sekali menemukan inspirasi untuk memulai bisnis sampingan, menambah ragam (diversivikasi) produk dan bahkan meningkatkan omzetnya.

Seorang teman pernah bercerita, ada keluarganya yang mendapatkan ide usaha kuliner setelah bergabung dengan grup Kuliner di Facebook yang anggotanya ribuan. Di grup tersebut hampir tiap hari ada yang posting berbagai macam resep hasil kreasi mereka sendiri. Selain berbagai resep, ada juga yang berbagi kesukesan mereka menjual resep makanan/kue tertentu disertai berapa biaya yang harus dikeluarkan dan bagaimana cara memasarkannya.

Selain bergabung dengan komunitas adan juga bisa meningkatkan kemampuan anda dengan cara mengikuti pelatihan atau kursus misalnya: kursus internet marketing, kursus menulis, kursus fotografi dan sebagainya.

Keuntungan dari mengikuti pelatihan tersebut adalah selain menambah keterampilan - anda bisa mendapatkan jejaring (networking) atau bahkan peluang bisnis yang sesuai dengan bidang yang anda sukai dari pelatih atau bahkan sesama peserta pelatihan.
Sekedar tips, sebelum anda mengikuti kursus, silahkan anda cari yang sesuai dengan budget yang anda punyai dan reputasi dari kursus yang akan anda ikuti.

4. Membuat Rencana Bisnis

Meski hanya usaha sampingan, tidak ada salahnya anda membuat rencana bisnis (business plan) bagi usaha anda. Dengan membuat rencana binsis anda bisa mengetahui dana yang harus anda keluarkan untuk investasi awal berapa, dan berapa perkiraan pendapatan dan pengeluaran per bulannya sehingga anda mengetahui perkiraan berapa lama modal tersebut akan kembali. 

Adanya Rencana bisnis bisa membantu anda untuk merumuskan strategi pemasaran dan bagaimana bisnis tersebut anda jalankan. 

Sedangkan untuk membuat rencana bisnis tersebut anda bisa membacanya melalui referensi yang banyak di internet, atau jika anda meminta bantuan orang lain yang sudah berpengalaman untuk membuat dan menyusun rencana bisnis tersebut. 

Itulah 4 hal yang perlu anda lakukan sebelum anda memulai usaha sampingan untuk menambah penghasilan anda selama ini.